Friday, November 24, 2017
Text Size

Muqaddimah Taudhihul Ahkam Syarah Bulughul Marom Part 4

User Rating: / 0
PoorBest 

 

Muqaddimah Taudhihul Ahkam Syarah Bulughul Marom Part 4

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, berikut ini adalah mugaddimah Taudhihul Ahkam Kitab At-Thoharoh Bab Al-Miyah.

Gambar dari Pembahasan pertama - Part 3 dipotong beberapa bagian dengan disertai terjemahannya. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa mengambil manfaat dari teks aslinya sekaligus untuk belajar bahasa arab.

Berikut adalah terjemahan secara detail:

image

 

Permulaan kitab ini berkaitan dengan pembahasan Thoharoh karena bersesuaian dengan banyak hadits yang shohih dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam yang menjelaskan Syariat Islam dimulai dengan Sholat, Zakat, puasa kemudian haji. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad no. 1009, Abu Dawud no. 61 dan At-Tirmidzi no. 2, Ibnu Majah no. 275 bahwa Nabi Shallallahu'alaihi wassalam bersabda:

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُُِ

"Kunci sholat itu adalah bersuci"

kunci tersebut merupakan permulaan yang berlaku sebagai kunci pembuka. Maka oleh karena itulah pembahasan ini dimulai dengan Thoharoh karena thoharoh/suci dari najis dan kotoran termasuk syarat Sholat, dan Syarat dari sesuatu hal itu adalah harus didahulukan (sebelum pelaksanaannya).

Telah berkata Imam Al-Ghozali dalam kitabnya Al-Ihya (Ihya Ulumuddin): "Allah berfirman

لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِِ

"Agar kalian bersuci dengannya" (QS. Al-Anfaal: 11)

dan hadits riwayat Muslim no. 223 dari Abu Malik Al-Asy'ari, dia berkata, " Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda:

الطُّهُوْرُ شَطْرُ الإِيْماَنِ

"Kesucian itu adalah pangkal dari Iman"

image

Dan bersuci itu ada beberapa tingkatan:

  • Pertama, menyucikan tubuh bagian luar dari hadats, najis dan kotoran.
  • Kedua, menyucikan anggota tubuh dari berbagai kesalahan dan dosa.
  • Ketiga, membersihkan hati dari akhlak yang tercela
  • Keempat, membersihkan hati dari tujuan-tujuan lain selain Allah (dalam rangka membersihkan akidah dan mengikhlaskan amal)
Dan ini adalah tujuan yang paripurna bagi siapa yang bagus dan kuat wawasannya tentu bisa meraih apa yang dicarinya. Siapa yang jelek wawasannya tentu tidak bisa memahami tingkatan-tingkatan bersuci ini, kecuali tingkatan yang pertama saja.

Asal dari bersuci itu adalah dengan menggunakan air karena air adalah sebaik-baik pelarut, semua materi bisa larut di dalam air. Dan daya kuat kebersihan kembali kepada materi asalnya. Apabila air tercampur dengan apa-apa yang bisa mengubah namanya/materi pokoknya maka akan lemahlah kemampuannya dalam membersihkan dan menyucikan, hal itu karena telah hilang dan berkurangnya agregrat aliran, konsentrasi dan pengaruhnya

Semoga bermanfaat, bersambung ke Pembahasan selanjutnya.

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran

Bulughul Marom