Friday, November 24, 2017
Text Size

Hadits 1 Taudhihul Ahkam Syarah Bulughul Marom - Part 2

User Rating: / 11
PoorBest 

 

Hadits 1 Taudhihul Ahkam Syarah Bulughul Marom Part 2


Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, berikut ini adalah hadits pertama dari Taudhihul Ahkam Kitab At-Thoharoh Bab Al-Miyah.

Gambar dari hadits pertama Part 1 dipotong beberapa bagian dengan disertai terjemahannya. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa mengambil manfaat dari teks aslinya sekaligus untuk belajar bahasa arab.

 

 

BulughulMarom

Berikut adalah terjemahan secara detail:

Dari Abu Hurairoh radiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang laut, "Thohur (suci dan mensucikan) airnya dan halal bangkai (di dalam)-nya".

Dikeluarkan oleh imam yang empat dan Ibnu Abi Syaibah, lafadz tersebut darinya, dan hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan At Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Malik, Imam As Syafi'i, dan Imam Ahmad.

BulughulMarom

Derajat Hadits: "Hadits ini shahih".

At Tirmidzi berkata, "Hadits ini hasan shahih, Aku bertanya kepada Imam Al-Bukhori tentang hadits ini, beliau menjawab, "Shahih"". Az-Zarqhoni berkata di Syarah Al-Muwaththo', "Hadits ini termasuk salah satu dari prinsip-prinsip Islam, umat Islam telah menerimanya, dan telah dishahihkan oleh sekelompok ulama diantaranya, Imam Al-Bukhori, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnul Mandzur, At-Thohawi, Al-Baghowi, Al-Khoththobi, Ibnu Khuzaimah, Ad-Daruquthni, Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Daqiqil 'Ied, Ibnu Katsir, Ibnu Hajar Al-Asqalani, dan yang selainnya lebih dari 36 Imam (Ahli Hadits).

BulughulMarom

Mufrodat / Kosakata:

Kata :  اَلْبَحْرُ

(al-bahr /laut) adalah selain daratan, yaitu dataran yang luas dan mengandung air asin.

Kata :  الطَّهُوْرُ

(at-thohuur) adalah air yang suci substansinya dan dapat mensucikan yang lainnya.

Kata :  اَلْـحِلُّ

(Al-hillu) yaitu halal, kebalikan haram.

Kata :   مَيْتَتُهُ

(maitatuhu), yaitu hewan yang tidak disembelih secara syariat. Yang dimaksud di sini adalah hewan yang mati di dalam laut, dan hewan tersebut tidak bisa hidup kecuali di laut, jadi bukan semua yang mati di laut.

Hadits Riwayat : Abu Daud no. 83, At-Tirmidzi no. 69, An-Nasa-i no.59, Ibnu Majah no. 386, Ibnu Abi Syaibah 1/130 Ibnu Khuzaimah 1/59, Malik no. 22, Asy-Syafi'i no.1 (Al-Umm), Ahmad no. 7192.

Insya Allah bersambung ke Part 3, semoga bermanfaat, barakallahu fikum

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran

Bulughul Marom