Thursday, October 19, 2017
Text Size
User Rating: / 19
PoorBest 

 

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, berikut ini adalah sunnah-sunnah ketika bangun tidur yang diawali dengan nash bahasa arabnya kemudian dilanjutkan dengan terjemahannya.

SunnahBangunTidur

Sunnah-Sunnah ketika bangun tidur

1. Mengusap bekas tidur yang ada di wajah dengan tangan.

Hal ini menurut Imam An-Nawawy dan Al Hafidz Ibnu Hajar sebagai sesuatu yang dianjurkan berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam

lafazh yang tercantum di kitab nash arabnya adalah sebagai berikut:

فَاسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ

{ Lafazh di atas ada penambahan huruf Fa (mungkin penulis menginginkan fa itu sebagai fa Isti'nafiyah - bersambung dari pernyataan lafazh hadits sebelumnya) sedangkan yang terdapat di Kitab Shohih Bukhori dan yang lainnya adalah sebagai berikut:

اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ }

Rasulullah Shollallahu'alaihi wassalam bangun tidur kemudian duduk sambil mengusap wajahnya dengan tangannya. Hadits Shohih (HR. Al-Bukhori no. 183, Muslim no. 763 (182), Abu Dawud no. 1367, Ibnu Majah no. 1363, an-Nasai no. 1620, Ahmad no. 2164 (cet M. Arrisalah) Semuanya dari jalur Malik dari Makhromah bin Sulaiman dari Kuraib Pembantu Ibnu Abbas dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhum)

2. Doa ketika bangun tidur.

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَاناَ بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَ إِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangkitkan. Hadits Shohih (HR. Bukhari no. 6312 dari Shahabat Hudzaifah radhiallahu'anhu dan Muslim no. 2711 (59) dari Shahabat Al-Baro' radhiallahu'anhu)

3. Bersiwak

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِسْتَيْقَظَ مِنَ اللَيْلِ يَصُوْشُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

{ Lafazh di atas menggunakan lafazh ISTAIQADZO, sedangkan yang terdapat di Kitab Shohih Bukhori dan yang lainnya menggunakan lafazh QAAMA sebagai berikut:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ» }

Nabi Shollallahu'alaihi wassalam apabila bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak. Hadits Shohih (HR. Bukhari no. 245 dan Muslim no. 255 (46) dari Shahabat Hudzaifah radhiallahu'anhu)

Hikmah dari bersiwak itu adalah:

  • Termasuk dari keistimewaan siwak adalah memberikan stimulan untuk bangun terjaga dan memberikan kesegaran.
  • Mengurangi/menghilangkan bau dari mulut.

4. Beristintsaar (mengeluarkan /menyemburkan air dari hidung sesudah menghirupnya)

إِذَا اِسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثاً فَإِنًّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلَى خَيْشُوْمِهِ

{ Lafazh di atas menggunakan lafazh KHOISYUUMIHI dipakai oleh al-Bukhori dengan penambahan فَتَوَضَّأَ (maka berwudhulah), sedangkan yang terdapat di Kitab Shohih Muslim dan yang lainnya menggunakan lafazh KHOYAASYIHI bentuk jamak dari KHOISYUUMIHI- maknanya sama yaitu batang hidung (bagian tengah hidung sebagaimana dijelaskan di Syarah Shohih Muslim oleh Imam an-Nawawi III/127) sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ» }

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, sesungguhnya Nabi Shollallahu'alaihi wassalam pernah bersabda: "Apabila seorang diantara kalian bangun tidur maka beristintsaarlah tiga kali karena sesungguhnya syaitan bermalam di batang hidungnya" . Hadits Shohih (HR. Bukhari no. 3295 dan Muslim no. 238 (23) dari Shahabat Abu Hurairoh radhiallahu'anhu)

5. Mencuci kedua tangan tiga kali

Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam :

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِي اْلإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا

"Bila salah seorang diantaramu bangun tidur, janganlah ia menyelamkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali. Hadits Shohih (HR. Bukhari no. 162 dan Muslim no. 278 (87) dari Shahabat Abu Hurairoh radhiallahu'anhu)

{ Lafazh lengkapnya milik Muslim adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ»}

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, sesungguhnya Nabi Shollallahu'alaihi wassalam pernah bersabda:"Apabila seorang diantara kalian bangun tidur maka janganlah ia menyelamkan/menyelupkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak mengetahui dimana tangannya semalam berada"

Insya Allah akan berlanjut ke pembahasan Sunnah-Sunnah Keluar Masuk Rumah, semoga bermanfaat, sabar insya Allah segera diupload. Barakallahu fikum

Maraji'

  • Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah,dengan berbagai tambahan dan takrij hadits oleh admin, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rakhmawan, Cet. Pustaka Imam as-Syafii Jakarta]

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran

Artikel Pembahasan - Sunnah-Sunah Harian