Tuesday, November 21, 2017
Text Size

An-Nahwul Wadhih Jumlah Mufidah Part 2

User Rating: / 0
PoorBest 

An-Nahwul Wadhih Jumlah Mufidah - Kalimat Sempurna - Part 2

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, berikut ini adalah pembahasan tentang nahwu memakai kitab an-Nahwul Wadhih jilid 1 - al-Jumlah al-Mufidah atau Kalimat Sempurna -

Gambar berikut adalah versi asli dari an-Nahwul Wadhih yang telah dimodifikasi sehingga dapat memudahkan antum dalam memahami keotentikan nash yang ada. Kemudian dibawahnya adalah terjemahan bahasa Indonesia secara detail dengan dipotong per-kalimat sehingga insya Allah akan mudah dalam mempelajarinya.

NahwulWadhih

Terjemahan bahasa Indonesia-nya secara detail adalah sebagai berikut :

البُسْتَانُ جَمِيْلٌ

1. Taman itu bagus

الشَّمْسُ طَالِعَةٌ

2. Matahari terbit

شَمَّ عَلِيٌّ وَرْدَةً

3. Ali Mencium Bunga Mawar

قَطَفَ مُـحَمَّدٌ زَهْرَة

4. Muhammad memetik bunga

يَعِيْشُ السَّمَكُ فِي الْمَاءِ

5. Ikan hidup di dalam air

يَكْثُرُ النَّخِيْلُ فِي مِصْرَ

6. Pohon kurma banyak di Mesir

اَلْبَحْثُ :

PEMBAHASAN

إذا تأملنا التركيب الأول

Apabila kita memperhatikan contoh susunan ke-1

وجدناه يتركب من كلمتين ، إحداهما " البُسْتَانُ" والثانية " جَمِيْلٌ "

kita akan mendapatinya tersusun dari dua kata, yang pertama البُسْتَانُ dan kedua جَمِيْلٌ.

فإذا أخذنا الكلمة الأولي وحدها وهي : " البستان " لم نفهم إلا معني مفرداً لا يكفي للتخاطب ،

Jika kita mengambil kata yang pertama saja yaitu "taman", maka kita tidak memahami kecuali makna tunggalnya saja dan pastilah orang yang diajak bicara tidak merasa cukup (faham dan akan bertanya lagi, bagaimana taman?)

وكذلك الحال إذا أخذنا الكلمة الثانية وحدها وهي : " جميل "

begitu juga jika kita ambil kata kedua saja "Indah".

ولكنا ، إذا ضممنا إحدى الكلمتين إلي الأُخرى علي النحو الذي في التركيب ،

Akan tetapi jika kita rangkai salah satu dari dua kata itu dengan kata yang lain sebagaimana yang tercantum dalam susunan contoh

وقلنا " البستان جميل " فهمنا معني كاملاً ،

dan kita ucapkan البُسْتَانُُُُُُُُ جَمِيْلٌ (taman itu indah) maka kita dapat memahaminya dengan makna yang sempurna.

واستفدنا فائدة تامة ، وهي اتصاف البستان بالجمال

dan kita bisa mengambil faidah dari kalimat itu, yaitu mensifati "al-Bustan/taman" dengan sifat "Al-Jamaal/indah"

ولذلك يسمى هذا التركيب جملةً مفيدةً ،

Oleh karena itu kalimat seperti ini disebut sebagai JUMLAH MUFIDAH (Kalimat yang berfaidah/mempunyai faidah)

وكل واحدٍ من الكلمتين تعد جزءً ا من هذه الجملة وهكذا يقال في الأمثلة الباقية .

Dan setiap kalimat yang tersusun dari dua kata seperti ini, maka ia termasuk ke jumlah mufidah begitupun dengan contoh-contoh sisanya (5 contoh sisanya).

وبهذا نري أن الكلمة وحدها لا تكفي في التخاطب ،

Dengan ini kita bisa melihat bahwa satu kata saja tidak akan cukup (untuk digunakan) dalam percakapan (maksudnya dengan satu kata saja maka tidak akan mencukupi bagi lawan bicara untuk memahami kontekstual kalimat yang dimaksud)

وأنه لابد من ...

oleh karena itu mestilah tersusun dari...<bersambung>

Pada seri berikutnya, Insya Allah akan dibahas lanjutan Nahwul Wadhih jilid 1 bab 1 hal 12.