Wednesday, August 20, 2014
Text Size

Shohihkah Hadits Sholawat Malaikat Kepada Orang di Shof Sebelah Kanan

 

Takhrij Hadits Sholawat Malaikat Kepada Orang di Shof Sebelah Kanan ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, berikut ini adalah pembahasan takhrij hadits tentang Sholawat Malaikat Kepada Orang yang berada di Shof sebelah kanan.

Seperti yang diketahui makna Shalawat Allah kepada makhluk-Nya adalah pujian Allah terhadap makhluk-Nya dihadapan para Malaikat-Nya dan juga bermakna rahmat-Nya. Sedangkan makna Shalawat Malaikat kepada manusia adalah Malaikat memohonkan doa ampunan baginya. (Lihat Fadhlu As-Sholati Ala Nabiy Shallallahu'alaihi Wassalam tahqiq Syaikh Albani hal. 82 dan juga Syarhul Mumti' 3/163-164).

Telah masyhur hadits yang berkaitan dengan sholawat Malaikat kepada orang yang berada di shof sebelah kanan, bahkan ada beberapa ulama menyebutkan hadits tentang hal tersebut di kitab-kitabnya. Namun manakala kita mengembalikan lagi kepada timbangan shohih dan dhoif dari hadits tersebut akan kita jumpai bahwa hadits tentang sholawat Nabi kepada orang yang berada di shof sebelah kanan adalah hadits dhoif. Oleh karena itu marilah kita pelajari dengan seksama takhrij hadits Sholawat Malaikat kepada orang yang berada di shof sebelah kanan sebagai berikut:

Haditsnya  yaitu:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ عُرْوَةَ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ " .

Telah mengkabarkan kepada kami (Abu Dawud ) Utsman bin Abi Syaibah, telah mengkabarkan kepada kami (Utsman) Mu'awiyah bin Hisyam, (telah mengabarkan kepada kami) Sufyan dari Usamah bin Zaid, dari Utsman bin Urwah dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha, Aisyah radhiallahu 'anha berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda: 'Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.'"  Hadits Dhaif   (HR. Abu Dawud, no. 676, Ibnui Majah no.1005, Shahiih Ibni Hibban no. 2160 dan Al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubro no 5199)

Berdasarkan hadits diatas, mari kita uraikan para perawi hadits berdasarkan sanad hadits berikut:

 

Sanad diatas adalah milik Imam Abu Dawud dalam kitab Sunan Abi Dawud no. 676 dan Imam Ibnu Majah dalam kitabnya Sunan Ibni Majah no. 1005.

SSanad-HaditsShalawatMalaikat-BgShofKanan-AbuDawudIbnuMajah

 

عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ

1. Utsman bin Abi Syaibah  

Beliau nama aslinya Utsman bin Muhammad bin Ibrahim bin Utsman bin Khuwasta al-Absiy. Nama kunyahnya Abul Hasan, beliau lahir tahun 156 H dan meninggal tahun 239 H, Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani memberikan penilaian tentangnya sebagai perawi yang tsiqah (terpercaya) lagi hafizh namun ia mempunyai keragu-raguan. (Ia terkadang pernah salah/atau ragu-ragu dalam memahami apa yang dirawikannya). Beliau adalah saudara dari Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim bin Utsman – Ibnu Abi Syaibah penulis kitab Mushannaf dan beliau termasuk guru dari Imam al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa-i dan Ibnu Majah.   ثِقَةٌ حَافِظٌ شَهِيْرٌ ، وَ لَهُ أَوْهَام  "Tsiqah (terpercaya), Hafizh (banyak sekali hafalannya) namun ia mempunyai keragu-raguan. (Ia terkadang pernah salah/atau ragu-ragu dalam memahami apa yang dirawikannya)"   Beliau adalah saudara dari Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim bin Utsman – Ibnu Abi Syaibah penulis kitab Mushannaf fil Ahaadits wal Atsar dan beliau termasuk guru dari Imam al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa-I dan Ibnu Majah. Sedangkan Imam adz-Dzahabi menilainya sebagai "Al-Hafizh (banyak sekali hafalannya) . (Lihat Siyar A'lam an-Nubalaa cet. Maktabah ar-Risalah no. 58, dan Tahdzibul Kamal Fi Asmair Rijal no. 3857 serta Taqribut Tahdzib no. 4545 Tahqiq Abul Asybal Shoghir Ahmad Syaghif al-Bakistani, Daar Al-Ashimah)

مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ

2. Mu'awiyah bin Hisyam 

Namanya adalah Mu'awiyah bin Hisyam al-Qashshoor مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ الْقَصَّارُ  kunyahnya Abul Hasan al-Kufiy, beliau wafat tahun 209 H. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani memberikan penilaian tentang perawi tersebut dengan   صَدُوْقٌ لَهُ أَوْهَام  Shoduq Lahu Auham (shoduq/benar dalam periwayatan haditsnya, namun memiliki beberapa kesalahan). Ibnu Shaahin dalam kitabnya Ats-Tsiqat menukil perkataan Utsman bin Abi Syaibah, dia berkata "Muawiyah bin Hisyam seorang yang shidqun (jujur) namun tidak menjadi hujjah." (lihat Mizanul I'tidal no. 8634 dan At-Tahdzibul Kamal no. 6067 serta Taqribut Tahdzi tahqiq Abul Ashbal no. 6819)

سُفْيَانُ

3. Sufyan  

Nama lengkap Sufyan disini adalah

سُفْيَانُ بنُ سَعِيْدِ بنِ مَسْرُوْقٍ الثَّوْرِيُّ

Sufyan bin Sa'id bin Masruq ats-Tsaury, beliau terkenal dengan nama Sufyan at-Tsaury, kunyahnya Abu Abdillah. Beliau lahir tahun 97 H dan meninggal tahun 161 H, Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan penilaian tentang beliau sebagai seorang perawi   ثِقَةٌ حَافِظٌ فَقِيْهٌ عَابِدٌ إِمَام حُجَّة ، وَ كاَنَ رُبَمَا دَلَّسَ    yang Tsiqah (terpercaya) Hafizh (Hafalannya kuat dan banyak) Abid (banyak ibadahnya) Imam Hujjah (Imam yang dijadikan hujjah), Namun terkadang beliau melakukan tadlis  (menyembunyikan perawi yang seharusnya berada diatasnya dan hanya menyebutkan perawi yang ada dua tingkatan di atasnya – seperti seorang anak meriwayatkan hadits dari bapaknya dan bapaknya dari kakeknya namun yang disebutkan oleh si-Anak bahwa ia meriwayatkan hadits dari kakeknya tanpa menyebutkan bapaknya) . 

Disini terkadang kita mendapati nama Sufyan saja dan kemungkinannya adalah Sufyan bin Uyainah atau Sufyan At-Tsaury. Untuk membedakannya kita harus melihat perawi-perawi yang menjadi murid atau guru dari keduanya. Seperti hadits diatas bukanlah Sufyan bin Uyainah (Lahir 107 H dan wafat tahun 198 H) karena beliau tidak memiliki murid yang bernama Mu'awiyah bin Hisyam. Dan Mu'awiyah bin Hisyam adalah murid dari Sufyan Ats-Tsaury. (Lihat Siyar A'lam an-Nubala no. 82 dan Tahdzibul Kamal fi Asmair Rijal no. 2407 serta Taqribut Tahdzib no. 2458)

أُسَامَةُ بنُ زَيْدٍ

4. Usamah bin Zaid 

Nama lengkap Usamah bin Zaid disini adalah

أُسَامَةُ بنُ زَيْدٍ أَبُو زَيْدٍ اللَّيْثِيُّ

Usamah bin Zaid yang mempunyai nama kunyah Abu Zaid al-Laitsi, beliau meninggal tahun 157 H. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany memberikan penilaian terhadap Usamah bin Zaid sebagai seorang rawi hadits yang   صَدُوْقٌ يَهِمُ  Shoduq (jujur dalam periwayatannya) Yahim (terkadang melakukan kesalahan)

Usamah bin Zaid adalah termasuk perawi kategori ke lima dari kategori urutan penilaian perawi menurut Al-Hafizh . (lihat Taqribut Tahdzib no. 319 Tahqiq Abul Asybal Shoghir Ahmad Syaghif al-Bakistani Daar Al-Ashimah)

عُثْمَانُ بْنُ عُرْوَةَ

5. Utsman bin Urwah 

Nama lengkap Utsman bin Urwah disini adalah

عُثْمَانُ بْنُ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ بْنِ خُوَيْلِدِ الْقُرَشِيُّ الأَسَدِيُّ الْمَدَنِيُّ

Utsman bin Urwah bin Az-Zubair bin al-'Awaam bin Khuwailid al-Qurashi al-Asady al-Madaniy, beliau meninggal tahun 140 H. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany memberikan penilaian terhadap Utsman bin Urwah sebagai seorang rawi hadits yang   ثِقَةٌ  yang terpercaya. Beliau hidup sezaman dengan Tabiin Shoghir (yang kurang kedekatannya/pengambilan haditsnya dengan kalangan sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wassalam). Lihat Tahdzibul Kamal no. 3845 dan Taqribut Tahdzib tahqiq Abu Asybal no. 4533. Beliau diambil periwayatannya oleh Imam Al-Bukhori, Muslim,Ibnu Majah, Abu Dawud dan Imam An-Nasa-i.

عُرْوَةُ

6. Urwah 

Nama lengkap Urwah disini adalah

عُرْوَةُ ابْنُ الزُّبَيْرِ بنِ العَوَّامِ بنِ خُوَيْلِدِ بنِ أَسَدِ بنِ عَبْدِ العُزَّى بنِ قُصَيِّ بنِ كِلاَبٍ

Urwah bin Az-Zubair bin al-'Awaam bin Khuwailid bin Asadi bin Abdil Uzza bin Qushoy bin Kilab al-Qurashi al-Asady al-Madaniy, nama kunyahnya Abu Abdillah al-Madaniy. Beliau adalah putra dari Shahabat Nabi Shallallahu'alaihi wassalam yaitu Az-Zubair bin al-Awaam. Beliau lahir pada pertengahan khilafah Utsman bin Affan radhiallahu'anhu dan meninggal pada tahun 94 H. Beliau dinilai oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar seorang rawi hadits   ثِقَةٌ  yang terpercaya.  Beliau termasuk ulama di kota Madinah pada zamannya. (lihat Siyar A'lam an-Nubala no. 168, Tahdzibul Kamal no. 3905 dan Taqribut Tahdzib no. 4593, tahqiq Abu Asybal).

عَائِشَةُ

7. Aisyah 

Beliau radhiallahu'anha adalah Istri dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam, Ibunda Kaum Muslimin. Semua Shahabat ridhwanullahu 'alaihim ajmain dihukumi tsiqah terpercaya serta diterima periwayatannya.

Mari kita lihat riwayat lain yang ada di Shohih Ibni Hibban dan as-Sunan al-Kubro oleh Al-Baihaqy sebagai berikut:

Riwayat dari Ibnu Hibban dalam Shohihnya no. 2160:

أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوْفِ"

Telah mengkabarkan kepada kami (Ibnu Hibban) Imron bin Musa bin Mujasyi'in, telah mengabarkan kepada kami (Imron) Utsman bin Abi Syaibah, telah mengkabarkan kepada kami (Utsman) Mu'awiyah bin Hisyam, (telah mengabarkan kepada kami) Sufyan dari Usamah bin Zaid, dari Utsman bin Urwah dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha, Aisyah radhiallahu 'anha berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda: 'Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.'"

Sanad hadits diatas adalah:

SSanad-HaditsShalawatMalaikat-BgShofKanan-IbnuHibban

Tambahan dari sanad Abu Dawud dan Ibnu Majah adalah :

عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى بْنِ مُجَاشِعٍ

01. Imron bin Musa bin Mujaasyi' 

Imron bin Musa bin Mujaasyi' disini adalah:

أَبُو إِسْحَاقَ عِمْرَانُ بنُ مُوْسَى بنِ مُجَاشِعٍ الجُرْجَانِيُّ، السَّخْتِيَانِيُّ

Kunyahnya adalah Abu Ishaq dan nama lengkapnya adalah Imron bin Musa bin Mujasyi' al-Jurjani as-Syikhtiyani. Beliau meninggal pada bulan Rajab di Jurjan (Nama kota di Iran) tahun 305 H, seorang ahli hadits dari daerah Jurjan, tsiqah. Imam as-Suyuthi memberikan penilaiannya terhadap beliau yaitu sebagai seorang rawi hadits  ثِقَةٌ حَافِظٌ   yang Tsiqah (terpercaya) Hafizh (Hafalannya kuat dan banyak)   (Lihat kitab Siyar A'lam an-Nubala no. 68 dan Tarikhul Islam wa Wafiyat al-Masyaahir wal-A'lam no. 239 oleh Imam Ad-Dzahabi tahqiq Syaikh Basyar Awad Ma'ruf cet. Dar al-Ghorb al-Islamy th. 2003)

Riwayat dari Al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubro no. 5199 adalah sebagai berikut:

أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ، أنبأ أَبُو بَكْرِ بْنُ دَاسَةَ، ثنا أَبُو دَاوُدَ، ثنا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ "

Telah mengkabarkan kepada kami (Al-Baihaqy) Abu Ali Ar-Ruwadzbaary, telah mengabarkan kepada kami (Abu Ali) Abu Bakr bin Daasah, telah mengkabarkan kepada kami Abu Dawud, telah mengkabarkan kepada kami (Abu Dawud) Utsman bin Abi Syaibah, telah mengkabarkan kepada kami (Utsman) Mu'awiyah bin Hisyam, (telah mengabarkan kepada kami) Sufyan dari Usamah bin Zaid, dari Utsman bin Urwah dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha, Aisyah radhiallahu 'anha berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda: 'Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.'"

Sanad hadits diatas adalah:

SSanad-HaditsShalawatMalaikat-BgShofKanan-AlBaihaqy

Tambahan dari sanad Abu Dawud dan Ibnu Majah adalah :

  • A. Abu Ali Ar-Ruudzabaary
  • B. Abu Bakr bin Daasah
  • C. Abu Dawud as-Sijistany
 Detailnya adalah sebagai berikut:

أَبُو عَلِيٍّ الرُّوْذَبَارِيُّ

A. Abu Ali Ar-Ruudzabaary 

Abu Ali Ar-Ruudzabaary nama lengkapnya adalah:

أَبُو عَلِيٍّ الحُسَيْنُ بنُ مُحَمَّدِ بنِ مُحَمَّدِ بنِ عَلِيِّ بنِ حَاتِم الرُّوْذَبَارِيّ، الطُّوْسِيُّ

Abu Ali al-Husain bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Hatim ar-Ruudzabaary at-Thusi, seorang yang  Tsiqatun (terpercaya) . Meninggal karena sakit tahun 403 H di at-Thoobaraan daerah dekat Khurasan Iran. (Lihat Siyar A'lam an-Nubala no. 128 dan at-Taqyiid Lima'rifat Ruwatis Sunan wal Masaaniid oleh Ibnu Nuqthoh, cet. Daarul Kutub al-Ilmiyyah th. 1408 H)

B. Abu Bakr bin Daasah 

Abu Bakr bin Daasah nama lengkapnya adalah:

مُحَمَّدُ بنُ بَكْرِ بنِ مُحَمَّدِ بنِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ بنِ دَاسَةَ البَصْرِيُّ، التَّمَّارُ

Muhammad bin Bakr bin Muhammad bin Abdir Razaq bin Daasah al-Bashri at-Tammaar, nama kunyahnya Abu Bakr, beliau wafat tahun 346 H. Dinilai oleh Imam Adz-Dzahabi sebagai seorang perawi yang  Tsiqatun (terpercaya) . Lihat Siyar A’lam an-Nubala no. 317.

C. Abu Dawud 

Abu Dawud nama lengkapnya adalah:

أَبُو دَاوُدَ سُلَيْمَانُ بنُ الأَشْعَثِ بنِ شَدَّادِ بن عَمْرِو بن عامر الأَزْدِيُّ، السِّجِسْتَانِيُّ

Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats bin Syadad bin Amr bin Amir Al-Azdiy as-Sijistani : Beliau adalah seorang Imam, ahli hadits yang tinggal di Bashroh, penulis Sunan – Sunan Abu Dawud, Beliau lahir tahun 202 H dan meninggal tahun 275 H. Al-Hafizh menilai beliau sebagai seorang perawi yang derajatnya  ثِقَةٌ حَافِظٌ   yang Tsiqah (terpercaya) Hafizh (Hafalannya kuat dan banyak) .  Lihat Tahdzibul Kamal no. 2492, Siyar A'lam an-Nubala no. 117.

Mari kita melihat penjelasan dari Imam al-Albani tentang hadits diatas di kitab Beliau rahimahullah Dhoif Sunan Abi Dawud no. 104. (Beliau juga menyebutkan penjelasan tentang hadits diatas di dalam kitabnya yang lain Shohih Abi Dawud no. 680 dan Tamamul Minnah fit Ta'liq Ala Fiqhis Sunnah hal. 288 (Note : dalam terjemahan akan ditambahkan tanda kurung dengan beberapa kalimat penjelas di simbolkan dengan -Add maksudnya tambahan penjelasan oleh belajarhadits.com)

عن معاوية بن هشام: ثنا سفيان عن أسامة بن زيد عن عثمان ابن عروة عن عروة عن عائشة قالت: قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إن الله وملائكته يُصلون على ميامِنِ الصفوف ". (قلت: حديث ضعيف بهذا اللفظ؛ أخطأ فيه معاوية بن هشام، وتفرد به، وفي حفظه ضعف. ولذا قال البيهقي: " لا أراه محفوظاً ". وقد خالفه جماعة من الثقات عن سفيان وغيره عن أسامة فرووه بلفظ: " على الذين يصِلون الصفوف ". وهو الصواب. وقال البيهقي: " هو المحفوظ ". وقد صححه جماعة من الأئمة، كما بيناه في الكتاب الآخر (رقم 680)) . إسناده: حدثنا عثمان بن أبي شيبة: ثنا معاوية بن هشام ... قلت: وهذا إسناد رجاله ثقات رجال مسلم؛ إلا أن معاوية بن هشام وأسامة ابن زيد فيهما كلام من قبل حفظهما، والمتقرر أنهما حسنا الحديث إذا لم يخالفا، وقد حسّن حديثهما هذا جماعة من الحفاظ، كالمنذري والعسقلاني وغيرهما، كما ذكر ذلك في الكتاب الآخر (رقم 680) . وكأنهم خفيتْ عليهم المخالفة التي وقعت من أحدهما- وهو معاوية هذا- في متن هذا الحديث، فكان ذلك سبباً لحكمي على حديثه هذا بالضعف! فقد قال البيهقي في " سننه " (3/103) – بعد أن ساق الحديث من طريق المصنف-: " كذا قال. والمحفوظ بهذا الإسناد عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إن الله وملائكته يُصلُون على الذين يصِلون الصفوف" ... ". ثم ساق- من طريق قبِيصة والأشجعي-، وأحمد (6/160) - من طريق أبي أحمد- ثلاثتهم عن سفيان عن أسامة بن زيد عن عثمان بن عروة عن أبيه عن عائشة ... بهذا اللفظ. وكذلك رواه الحسين بن حفص عن سفيان ... به؛ إلا أنه خالف في إسناده، فقال: عبد الله بن عروة.. بدل: عثمان بن عروة. أخرجه البيهقي، وقال: " وكذلك رواه عبد الرزاق وعبد الله بن الوليد العدني عن سفيان. قال لي أبو الحسن بن عبْدان: قال أبو القاسم الطبراني: كلاهما صحيحان ". قال البيهقي: " يريد: كلا الإسنادين. فأما المتن؛ فإن معاوية بن هشام ينفرد بالمتن الأول، فلا أراه محفوظاً، فقد رواه عبد الله بن وهب وعبد الله بن عطاء عن أسامة بن زيد ... نحو رواية الجماعة في المتن ". قلت: أما رواية عبد الله بن الوليد العدني عن سفيان؛ فقد وصلها الإمام أحمد (6/66) . وأما رواية ابن وهب عن أسامة؛ فوصلها الحاكم (1/214) ، وقال: " حديث صحيح على شرط مسلم "، ووافقه الذهبي. وأما رواية عبد الله بن عطاء؛ فلم أقف الآن عليها. وقد رواه إسماعيل بن عياش عن هشام بن عروة عن أبيه عن عائشة ... به: أخرجه ابن ماجه (1/313) ، وأحمد (6/89) . لكن ابن عياض ضعيف في روايته عن الحجازيين؛ وهذه منها. وبالجملة؛ فالحديث بهذا اللفظ ثابت. وأما لفظ الكتاب؛ فضعيف؛ لشذوذه، وعدم وجود الشاهد أو المتابع له. والله أعلم.

Hadits dengan lafazh diatas adalah dhoif, kesalahan yang ada di dalamnya adalah terdapatnya Mu'awiyah bin Hisyam dimana dia menyendiri dalam periwayatan hadits diatas dan hafalannya lemah. Oleh karena itu Imam Al-Baihaqi mengkomentarinya  لاَ أَرَاهُ مَحْفُوْظاً   (Lihat Sunan Al-Kubro oleh al-Baihaqy no. 5200 - Add) Aku tidak menilai hadits tersebut shohih. Dan hadits tersebut telah diselisihi periwayatannya oleh banyak para perawi yang tsiqah (terpercaya) dari Sufyan at-Tsauri dan selainnya dari Usamah dan mereka semua meriwayatkannya dengan lafazh :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada mereka yang mengisi celah shaf yang kosong atau kurang kemudian menyempurnakannya. Dan inilah yang benar. Imam al-Baihaqi mengomentari hadits tersebut "Inilah yang Shohih" Dan hadits tersebut telah dishohihkan oleh Banyak para Imam sebagaimana telah Aku (Syaikh al-Albani rahimahullah -Add) jelaskan dalam kitab yang lain (Shohih Abi Dawud no. 680 -Add). Secara sanadnya (Dari Ustman bin Abi Syaibah dan seterusnya -Add).

Aku (Syaikh Albani) berkata, Sanad ini Rijal perawi haditsnya semuanya tsiqat (terpercaya) kecuali Muawiyah bin Hisyam dan Usamah ibn Zaid, keduanya terdapat kritikan dari segi hafalannya dan telah ditetapkan bahwa keduanya termasuk perawi yang hasan haditsnya apabila keduanya tidak menyimpang (meriwayatkan hadits yang menyimpang/berbeda dengan hadits yang lebih kuat darinya). Dan telah dihasankan hadits dari kedua perawi tersebut oleh banyak ahli hadits seperti Al-Mundziri, Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dan selain keduanya sebagaimana telah termuat dalam kitab (Syaikh al-Albani) yang lain (yaitu Shohih Abi Dawud -Add) no. 680. Dan tersamarnya penyimpangan oleh salah satu dari kedua perawi tersebut yaitu Muawiyah bin Hisyam dimana dia meredaksikan lafazh yang berbeda/menyimpang dalam matan/redaksi hadits di atas (Hadits awal pembahasan - Mayamin Sufuf -Add)  oleh karena itulah sebab hukum yang aku tetapkan terhadap hadits tersebut adalah DHOIF. Hal ini telah dikatakan pula oleh Imam al-Baihaqy dalam kitab Sunannya 3/103 setelah menyebutkan hadits tersebut beserta sanad haditsnya (di kitabnya As-Sunan al-Kubro no. 5199 -Add).

Demikianlah yang dikatakannya, dan yang shohih adalah dengan sanad tersebut dari Nabi Shallallahu'alaihi wassalam : 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ
"Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada mereka yang mengisi celah shaf yang kosong atau kurang kemudian menyempurnakannya".

Kemudian beliau (Al-Baihaqy dalam kitab As-Sunan Al-Kubro no. 5200 -Add) menyebutkan lafazh hadits yang lainnya adalah dari jalan Qabishoh dan al-Asyja'i – termaktub juga di Musnad Ahmad 6/160 dari jalan Abu Ahmad, ketiganya (Qabishoh, al-Asyja'i dan Abu Ahmad -Add) (mengambil hadits) dari Sufyan (atTsaury) (Sufyan mengambil hadits) dari Usamah bin Zaid (Usamah bin Zaid mengambil hadits) dari Utsman bin Urwah (Utsman bin Urwah mengambil hadits) dari bapaknya (Urwah mengambil hadits) dari Aisyah …dengan lafazh ini (Yashiluna as-Shufuf -Add)

Demikian juga diriwayatkan oleh al-Husain bin Hafsh dari Sufyan…dengan lafazh tersebut, kecuali dia (al-Husain) menyimpang dalam sanad hadits tersebut karena dia menyebutkan, "Abdullah bin Urwah" sebagai ganti dari Utsman bin Urwah. Dikeluarkan oleh Al-Baihaqy (As-Sunan Al-Kubro no. 5200 -Add). Dia (Al-Baihaqy) berkata (As-Sunan Al-Kubro no. 5201 -Add): "Dan demikian pula diriwayatkan oleh Abdur Razaq dan Abdullah bin Walid al-Adany dari Sufyan at-Tsaury. Abu Al-Hasan bin Abdan telah berkata kepadaku (Al-Baihaqy), telah berkata Abu al-Qasim at-Thobroni, "Keduanya adalah shohih. Al-Baihaqy berkata – Yang dimaksud adalah kedua sanadnya. Sedangkan matan/redaksinya dari Mu'awiyah bin Hisyam menyendiri dalam redaksi/matan hadits tersebut (Mayamin Sufuf), maka aku tidak menilai hadits ini shohih.

Telah diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahb dan Abdullah bin Atho' dari Usamah bin Zaid… redaksi/matannya sama dengan riwayat yang shohih dari banyak para ulama hadits. (Selesai perkataan Imam Al-Baihaqy dalam kitabnya as-Sunan al-Kubro nol 5201 -Add).

Aku (Syaikh Albani) berkata, "Sedangkan riwayat Abdullah bin Walid al-Adaniy dari Sufyan at-Tsaury telah disambung/dimaushulkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 6/66. Sedangkan riwayat Ibnu Wahab dari Usamah telah dimaushulkan (disambungkan) oleh al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak 1/214 (no. 775 -Add), Dan dia berkata "Hadits shohih menurut syarat Muslim" dan disepakati oleh adz-Dzahabi.

Sedangkan riwayat Abdullah bin Atho maka Aku (Syaikh Albani) belum memutuskan penilaian haditsnya. Telah diriwayatkan oleh Ismail bin Ayash dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah radhiallahu'anha dengan lafazh hadits tersebut (Yashiluna as-Shufufa -Add): Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1/313) (no. 995 -Add) dan Ahmad 6/89, namun Ibnu 'Ayadh seorang perawi yang lemah dalam periwayatan haditsnya yang ia ambil dari orang-orang hijaz, dan hadits tersebut adalah salah satu darinya. Secara keseluruhan hadits dengan lafazh tersebut adalah shohih periwayatannya. Sedangkan yang tertera dalam kitab (hadits pertama (mayaminikum) adalah dhoif karena bertentangan dengan jalan periwayatan yang lebih kuat dan tidak adanya penguat serta pendukungnya. Allahu A'laam.   Selesai penjelasan Syaikh Imam al-Albani rahimahullah.

Fawaid Hadits:

  1. Dalam kitab Bahjatun Nadhirin Syarah Riyadhus Sholihin II/287 no. 1094, Syaik Salim bin Ied al-Hilaly memberikan fawaid dalam hadits diatas bahwa matan hadits : 
    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ  

    "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada di shaff-shaff sebelah kanan.'" Adalah syadz (bertentangan dengan hadits yang lebih kuat darinya) dan tidak bisa dijadikan hujjah.

  2. Hadits yang hasan dan shohih adalah :
    حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أُسَامَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ "

    Dari Abu Ahmad, telah mencritakan kepada kami (Abu Ahmad) Sufyan dari Usamah dari Utsman bin Urwah dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anhu berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda, "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada mereka yang mengisi celah shaf yang kosong atau kurang kemudian menyempurnakannya (menyambung shof yang terputus)."   Hasan   (HR. Ahmad no. 24381, 25870 dan Al-Baihaqy di As-Sunan Al-Kubro no. 5200. Lihat Silsilah Ahaadits Ash-Shohihah no. 2234)
    حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ، وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرْجَةً»

    Dari Hisyam bin Ammar, dia (Hisyam) berkata, telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Ayyas, (Ismail berkata) telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Bapaknya Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha: "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada mereka yang mengisi celah shaf yang kosong atau kurang kemudian menyempurnakannya (menyambung shof yang terputus). Maka barangsiapa yang menutup celah kosong dalam shof tersebut maka Allah akan mengangkat derajatnya."   Shohih   (HR. Ibnu Majah no. 995, Imam Ahmad dalam Musnadnya no. 24587, Ibnu Khuzaimah dalam Shohihnya no. 1550, Ibnu Hibban dalam Shohihnya no. 1511.   Lihat Silsilah Ahaadits ash-Shohihah no. 2532.)

  3. Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah hadits diatas tidak dapat dijadikan hujjah karena haditsnya DHOIF, berarti tidak ada dalil khusus dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam yang berkaitan dengan keutamaan shof sebelah kanan dan Sholawat Malaikat kepada orang yang berada di shof sebelah kanan, yang ada adalah dalil umum bahwa Beliau Shallallahu'alaihi wassalam menyukai semua hal yang berada di sebelah kanan. Sebagaimana hadits berikut:
    حَدّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، قَالَ: حَدّثَنَا شُعْبَةُ، عَنِ الأَشْعَثِ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ النّبِيّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يُحِـّبُ الـّتَـيَمّـُنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ، فِي طُهُورِهِ وَتَرَجّـُلِهِ وَتَنَعّـُلِهِ

    (Imam al-Bukhori berkata (dia)), "Telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Harb, dia (Sulaiman bin Harb) berkata, 'Telah mengabarkan kepada kami Syu'bah (bin al-Hajjaj bin al-Warad) dari al-Asy'Ats bin Sulaim dari Bapaknya (Sulaim bin Aswad dari Masyruq (bin al-Ajda') dari Aisyah radhiallahu'anha, dia (Aisyah radhiallahu'anha) berkata, "Nabi Shollallahu'alaihi wassalam suka mendahulukan yang kanan dalam setiap perbuatannya, seperti dalam bersuci, menaiki kendaraan, dan memakai sandal. "  Shohih   (HR. Al-Bukhori no. 426. Dalam lafazh yang lainnya no. 5380 ada tambahan :
    فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

    "Di setiap urusannya."  Shohih   (Diriwayatkan pula oleh Imam Muslim di Shohihnya no. 268 (67), Abu Dawud no. 4140, at-Tirmidzi no. 608, an-Nasa'i no. 421, Ibnu Majah no. 401)

Allahu A'lam

Semoga bermanfaat. Barakallahu fikum

Abu Kayyisa,

Diterik panas nan lembab Dubai, 21 Sya'ban 1433 H.

 

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran