Wednesday, December 13, 2017
Text Size

DIREKTUR PERUSAHAAN "ANAK TABUNGAN SURGA"

 

DIREKTUR PERUSAHAAN "ANAK TABUNGAN SURGA"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum,... Ketahuilah Direktur itu bernama UMI/IBU/BUNDA/MAMA

Allah berfirman:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آَتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." [QS al-Baqoroh : 233]

Lafadz ayat :

وَالْوالِداتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كامِلَيْنِ ؛ اللَّفْظُ لَفْظُ الْخَبَرِ وَالْمَعْنَى مَعْنَى الأَمر

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh" bentuknya adalah khobar (pengabaran) tapi bermakna perintah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mandzur rahimahullah (wafat 711 H) dalam Lisanul Arob (8/126) cet. Dar Shoodir.

Berkata al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah (wafat 774 H) (Lihat Tafsir Ibnu Katsir cet. Dar Thoyyibah 1420 H) jilid 1 hal 633 :

أَنْ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ كَمَالَ الرَّضَاعَةِ، وَهِيَ سَنَتَانِ، فَلَا اعْتِبَارَ بِالرَّضَاعَةِ بَعْدَ ذَلِكَ؛ وَلِهَذَا (2) قَالَ: {لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ} وَذَهَبَ أَكْثَرُ الْأَئِمَّةِ إِلَى أَنَّهُ لَا يُحَرِّمُ مِنَ الرَّضَاعَةِ إِلَّا مَا كَانَ دُونَ الْحَوْلَيْنِ، فَلَوِ ارْتَضَعَ الْمَوْلُودُ وَعُمْرُهُ فَوْقَهُمَا لَمْ يَحْرُمْ.

"Ini merupakan petunjuk dari Alloh ta'ala kepada para ibu agar mereka menyusui anak-anaknya dengan penyusuan yang sempurna yaitu 2 tahun, maka tidak dianggap sebagai 'menyusu' jika lebih dari itu. Oleh karena itu Alloh berfirman : [لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ] "yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan", dan kebanyakan para imam berpendapat bahwa persusuan tidaklah menjadikan mahrom kecuali jika usia yang disusui masih di bawah 2 tahun, sehingga jika seorang anak menyusu sedangkan umurnya sudah lebih dari 2 tahun maka hal itu tidak menjadikannya mahrom."

Imam At-Tirmidzi rahimahullah (wafat th 279 H ) menyebutkan judul bab dalam kitabnya Sunan at-Tirmidzi:

5 - بَابُ مَا جَاءَ أَنَّ الرَّضَاعَةَ لاَ تُحَرِّمُ إِلاَّ فِي الصِّغَرِ دُونَ الحَوْلَيْنِ

Bab Persusuan yang menyebabkan Mahrom hanya berlaku ketika bayi dibawah dua tahun

Bunda Muslimah yang Sholihah ketahuilah bahwa:

ASI ITU HARGA PATENT YANG TAK TERGANTIKAN

Firman Allah Azza wa Jalla:

وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آَتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." [QS al-Baqoroh : 233]

Firman Allah Azza wa Jalla:

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ وَإِنْ كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآَتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَىٌ

"Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah dicerai) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya." [QS ath-Tholaq : 6]

Kalaupun ASI NGGAK ADA ? TETAP CARI ALTERNATIF…tapi bukan susu formula !!

Berkata al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah(8/153) :

{وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَى} أَيْ وَإِنِ اخْتَلَفَ الرَّجُلُ وَالْمَرْأَةُ، فَطَلَبَتِ الْمَرْأَةُ أُجْرَةَ الرَّضَاعِ كَثِيرًا وَلَمْ يُجِبْهَا الرَّجُلُ إِلَى ذَلِكَ، أَوْ بَذَلَ الرَّجُلُ قَلِيلًا وَلَمْ تُوَافِقْهُ عَلَيْهِ، فَلْيَسْتَرْضِعْ لَهُ غَيْرَهَا. فَلَوْ رَضِيَتِ الْأُمُّ بِمَا اسْتُؤْجِرَتْ عَلَيْهِ الْأَجْنَبِيَّةُ فَهِيَ أَحَقُّ بِوَلَدِهَا.

"…Dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya Yakni : jika seorang laki-laki berselisih dengan seorang wanita (istri yang dicerai yang sudah melahirkan bayi), lalu wanita itu meminta upah penyusuan yang banyak dan laki-laki tersebut tidak setuju dengan itu, atau laki-laki tersebut cuma mau mengeluarkan sedikit upah dan wanita tersebut tidak setuju dengannya, maka hendaknya laki-laki tersebut mencari wanita lain yang mau menyusui bayinya selain wanita tadi. Seandainya ibu bayi tersebut telah ridho (untuk menyusui anaknya) dengan besar upah yang diberikan kepada wanita lain itu, maka ia lebih berhak terhadap anaknya."

Dan di sini tidak disebut ataupun disindir sama sekali tentang susu-susu lain selain ASI jika ibu bayi tersebut tidak bisa menyusuinya, akan tetapi yang disebutkan adalah ASI dari ibu susu sebagai pengganti ASI ibu bayi tersebut. Ini menandakan ASI adalah makanan terbaik bagi bayi.

Dan ayat-ayat di atas juga merupakan dalil tentang bolehnya ibu susu mengambil upah atas persusuannya.

Ketahuilah Bunda Sholihah yang semoga Allah senantiasa menjagamu

SEBAIK-BAIK WANITA SHALIHAH ADALAH YANG NYAMAN DI RUMAH

Firman Allah Azza wa Jalla:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

"Tetaplah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian berhias sebagaimana orang-orang jahiliyyah dahulu berhias" [QS. al-Ahzab : 33]

Salah satu hikmah dari perintah ini adalah agar mereka (Para Bunda Muslimah) dapat menyusui anak-anaknya dengan sempurna. Berbeda dengan PARA WANITA KARIR yang sibuk bekerja di luar rumah, sehingga kebanyakan anak-anak mereka menyusu dengan susu formula.

Dan perjuangan menyusui sang Ibu kepada anaknya akan mempengaruhi DAYA KASIH SAYANG dan KEDEKATAN antara Sang Ibu dan Anak.

Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu berkata :

لَا رِضَاعَ إِلَّا مَا شَدَّ الْعَظْمَ وَأَنْبَتَ اللَّحْمَ

"Tidaklah dikatakan persusuan kecuali apa-apa yang menguatkan tulang dan menumbuhkan daging."  (SHOHIH   [AR. Abu Dawud no. 2059, Al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubro no. 15654, dishohihkan al-Albani (yakni secara mauquf dengan syawahid-nya di Shohih Abi Dawud – al-Umm no. 1798)]

Tulang dan daging tumbuh dengan tetesan ASI yang dibalut dengan akhlaq yang indah nan mulia. Kelak tidak ada alasan bagi anak untuk tak mendoakanmu melaju ke surga Nya yang paling tinggi.

Wahai ummi sholihah lihatlah hadits yang menjadikanmu sebagai

PEMEGANG AMANAH DI RUMAH, Ummi Sholihah adalah Direktur Pemegang Saham Utama dalam Perusahaan "Anak-Anak Tabungan Surga"

Dari Ibnu Umar radhiallahu'anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Ketahuilah! Setiap dari kalian adalah orang yang diberi amanah, maka setiap kalian akan ditanya tentang amanahnya. Seorang amir (pemimpin suatu negri, pent) yang memimpin manusia adalah orang yang diberi amanah, dan ia akan ditanya tentang mereka. Dan seorang laki-laki adalah orang yang diberi amanah terhadap keluarganya, dan ia akan ditanya tentang mereka.

DAN SEORANG WANITA ADALAH ORANG YANG DIBERI AMANAH TERHADAP RUMAH DAN ANAK SUAMINYA, DAN IA AKAN DITANYA TENTANG MEREKA
.  Dan seorang budak adalah orang yang diberi amanah terhadap harta majikannya, dan ia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah! Setiap dari kalian adalah orang yang diberi amanah, maka setiap kalian akan ditanya tentang amanahnya."  (SHOHIH   (HR. al-Bukhori no. 2416 dan Muslim no. 1829)

Kata [رَاعٍ] dalam hadits di atas biasanya diterjemahkan "pemimpin", akan tetapi kami terjemahkan dengan "orang yang diberi amanah" karena arti [رَاعٍ] dalam hadits ini adalah [حافِظٌ مُؤْتَمَنٌ] / "penjaga yang diberi amanah", sebagaimana dijelaskan oleh Ibnul Atsir rahimahullah (wafat th. 606 H) dalam an-Nihayah fi Ghoribil Hadits wal Atsar (2/236) cet. Maktabah al-Ilmiyah

 FAWAID YANG BISA DIAMBIL : 

 CORETAN HATIKU: 

  • Wahai Direktur Cantik yang shalihah
  • Kepalkan tanganmu tuk bersemangat
  • Tak ada hari tanpa pahala atas lelah
  • Benderang surga pasti bagimu tersemat

  • Memahat cinta yang tak terbendung
  • Selama 2 tahun tak henti berfokus
  • Mengharap sang amanah bersenandung
  • Panjatkan ampun saat badan terbungkus

  • Bianglala kehidupan indah mendera
  • Bagi Sang Direktor tuk berbekal
  • Selalu berjuang tak gubris cedera
  • Jalan itu berbuah surga nan kekal

  • Sungguh mulia tetes air matamu
  • Mengalir penuh sayang tak bertepi
  • Bahagiakan diri dengan tabunganmu
  • Menggapai nikmat surga yang tak sepi
  • Ibuku yang mulia sayu wajahmu
  • Sembunyikan gulana dibalut gundah
  • Doaku selalu ku panjatkan untukmu
  • Semoga Allah ijinkanmu Surga nan Indah

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Abu Kayyisa,

Yang ingin berucap, jazakillah khoiran Ya Umm Kayyisa atas "Keringat Harummu" dalam membesarkan tiga buah hatiku.

Dubai UAE - Ashar turun menyapa di ketinggian Deru Dubai, Kamis, 17 Rajab 1436 H/7 Mei 2015.

 

 

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran