Sunday, October 22, 2017
Text Size

ASSUNNAH ITU BARA API YANG PANAAAS

 

ASSUNNAH ITU BARA API YANG PANAAAS

(beratnya istiqamah diatas nama as-Sunnah)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fiikum, saudaraku...Maukah anda masuk dalam golongan orang asing (al Ghurabaa) ? Masih ragu-ragu ? Simaklah hadits mulia berikut ini :

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ قِيْلَ : مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ .

"Sesungguhnya islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing, maka pohon Thuba (di surga) untuk orang yang terasing". Dikatakan: "Siapakah mereka wahai Rasulullah ?" Beliau menjawab: (Yaitu) orang-orang yang berbuat ishlah (kebaikan) ketika manusia telah rusak".  SHOHIH   (HR. Abu Amru Ad Daani dalam kitabnya As Sunan Al Waaridah fil fitan 1/25, dishohihkan Syaikh Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahaadits As-Shohihah no. 1273)

Thuba itu secara bahasa artinya "Beruntung" sedangkan secara syar'i maknanya adalah Pohon Thuba yang berada di surga. (Lihat Lisanul Arab oleh Ibnu Mandhur rahimahullah (wafat th. 711 H) 1/565 cet. Daar Shoodir 1414 H). Maksud dari pohon Thuba dijelaskan dalam hadits berikut : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ شَجَرَةً، يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ، لاَ يَقْطَعُهَا، وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ: {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} {الواقعة: 30}

"Sesungguhnya di dalam surga terdapat pohon yang dilewati oleh penunggang kuda selama seratus tahun tapi ia tak keluar dari naungannya. Bacalah jika kalian mau, "Dan naungan yang terbentang luas" [QS. Al-Waqi'ah: 30]."  SHOHIH   (HR. Al-Bukhari no. 3252, 4881, Muslim no. 2826, Ahmad no. 7498, 9243, At Tirmidzi no. 2523, Ibnu Majah no. 4335, Ad Darimi no. 2880 )

Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah ditanya oleh shahabatnya:

وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: " شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا

"Apa itu Thuba, kemudian Beliau menjawabnya: "Pohon (terbesar) yang ada di surga. yang jaraknya (dilalui oleh penunggang kuda yang mahir dan sangat kencang) sejauh seratus tahun (tapi belum melampuinya) Pakaian ahli surga terbuat dari kelopaknya. "  SHOHIH   (HR. Ahmad no. 11673, Shohih, lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 1985)

Orang yang berpegang teguh kepada as-Sunnah dijelaskan dalam hadits berikut: Dari Anas bin Malik radhiyallallahu 'anhu dari Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ

"Akan datang suatu masa, orang yang sabar pada masa itu bagaikan orang yang sedang menggenggam bara api."  SHOHIH   (HR. Ahmad no. 9073, At-Tirmidzi no. 2260, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani di Silsilah Ahaadits As-Shohihah no 957)

Hadits Shohih yang lainnya, Rasulullah Shallahu 'alaihi wa salam bersabda:

الْمُتَمَسِّكُ بِسُنَّتِيْ عِنْدَ اخْتِلاَفِ أُمَّتِيْ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

"Orang yang berpegang teguh dengan sunnahku di waktu umatku berpecah belah seperti orang yang memegang bara api"  HASAN   (HR. Abu Bakar al Kalaabadzi dalam kitabnya Miftahul Maani 2/188 dan Addiya' al Maqdisy dalam Al Muntaqa 1/99, Hadits hasan, lihat silsilah Al Ahaadits As Shohihah 2/646 no. 957 dan Shahih al-Jami' as-shaghiir no. 6676.)

Kebanyakan manusia sudah "Tidak Mau Tahu" atau bahkan "Enggan untuk belajar Ilmu Syar'i" serta "Cuek terhadap as-Sunnah" dan orang-orang al-Ghuraba adalah mereka yang istiqamah melaksanakan as-Sunnah di tengah keterasingan. Karena itulah, Allah memberikan pahala besar.

Ibnul Qayyim rahimahullah (wafat th. 751 H) dalam kitab Madarijus Salikin 3/189 (cet Daarul Kitab al-Arabi 1416 H) menjelaskan,

وَهَذَا الْأَجْرُ الْعَظِيمُ إِنَّمَا هُوَ لِغُرْبَتِهِ بَيْنَ النَّاسِ، وَالتَّمَسُّكِ بِالسُّنَّةِ بَيْنَ ظُلُمَاتِ أَهْوَائِهِمْ وَآرَائِهِمْ

"Dan Pahala yang besar ini karena keterasingannya di antara manusia dan karena dia berpegang teguhnya dengan Sunnah diantara kegelapan hawa dan akal pikiran."

Saudaraku...Apakah anda sekarang masih ragu untuk memegang teguh Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam?

Hawa nafsu manusia pasti akan mengatakan,

"Kenapa sih dikit dikit harus sesuai sunnah, mbok dinikmati aja dunia ini kan hidup cuma sebentar, rugi lhoh... " atau pun komentar yang seperti ini, "Repot amat sih harus dikit dikit sunnah dikit dikit sunnah, ada banyak fasilitas kenapa dianggurin, ada banyak kenikmatan dunia kenapa diacuhin..."

Allahul Musta' an (Allah sebaik baik Dzat yang dimintai pertolongan) Ingatlah hadits yang mulia berikut ini :

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِِ

"Surga dikelilingi oleh perkara-perkara yang tidak disukai (oleh hawa nafsu manusia), sedangkan neraka dikelilingi oleh perkara-perkara yang disukai."  SHAHIH  [HR. Muslim no. 2822]

 FAWAID YANG BISA DIAMBIL : 

Allahu A'lam

 PANTUN GURATAN HATI: 

  • Mencela asa yang terpahat
  • Menyeruak nikmat yang fana
  • Teriak Rindu Nabi Cinta tertambat
  • Tak ada bukti hanya lisan terlena

  • Jeruji besi dunia yang tajam
  • Tak ada yang selamat durinya
  • Sakit terperih bara terajam
  • Berpegang sunnah pasti mulianya

  • Gairah Hijau segar daun sawi
  • Bangkitkan jiwa yang lemah
  • Hanya dengan Petunjuk Nabawi
  • Amal itu selamat penuh berkah

  • Bibir berceloteh rindu terperi
  • Mau makan bacalah bismillah
  • Bukti cinta itu kan selalu berseri
  • Cinta Nabi itu karena Cinta Allah

  • Bertepuk dada tangan terbalut
  • Menghenyak kaget dering as-Sunnah
  • Ilmu mendekap hidup tanpa kalut
  • Bahagia sejati ada bersama as-Sunnah

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Zaki Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Pagi mengudara di ketinggian Deru Dubai, Selasa, 13 Sya'ban 1438 H/9 Mei 2017.

 

 

 

ARSIP ARTIKELs

Silahkan Bergabung via    Forum WA Fawaid al Muwaththo wa Zaidah   Klik, langsung link berikut:

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran