Wednesday, December 13, 2017
Text Size

WAKTU PUASA BAGI YANG MALAM DAN SIANG TAK JELAS

 

Waktu Puasa Bagi Yang Malam dan Siang Tak Jelas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fiikum, saudaraku...

 PERTANYAAN:  Bagaimana orang yang berpuasa di negeri yang waktu siang dan malamnya sempit atau tidak jelas?

 JAWAB: 

Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan:

«وَخُلاَصَةُ مَا سَبَقَ: أَنَّ مَنْ كَانَ فِي بَلَدٍ فِيْهِ لَيْلٌ وَنَهَارٌ يَتَعَاقَبَانِ فِي أَرْبَعِ وَعِشْرِيْنَ سَاعَةً لَزِمَهُ صِيَامُ النَّهَارِ وَإِنْ طَالَ، إِلَّا أَنْ يَشُقَّ عَلَيهِ مَشَقَّةً غَيْر مُحْتَمَلَةٍ يُخْشَى مِنهَا الضَّرَرُ، أَوْ حُدُوثِ مَرَضٍ فَلَهُ الفِطْرَ وَتَأخِيْر الصَّيَامِ إِلَى زَمَنٍ يَقصِرُ فِيْهِ النَّهَار. وَأَمّا مَن كَانَ فِي بَلَدٍ لاَ يَتَعَاقَبُ فِيْهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ فِي أَرْبَعِ وَعِشْرِينَ سَاعَةً فَإِنَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ فِيهِ: إِمَّا بِالتَّسَاوِي، وَإِمَّا بِحَسْبِ مُدَّتِهِمَا فِي مَكَّةَ وَالمَدِيْنِة، وَإِمَّا بِحَسْبِ مُدَّتِهِمَا فِي أَقْرَبِ بَلَدٍ عَلَى الخِلاَفِ السَّابِقِ».

"Dan ringkasan dari apa yang telah lewat adalah: bahwa barang siapa di negeri yang terdapat padanya malam dan siang yang saling bergantian dalam waktu 24 jam, maka wajib baginya untuk berpuasa pada siang hari walaupun panjang siangnya, kecuali kalau hal tersebut memberatkan dirinya yang ia tidak mampu untuk melakukan puasa serta dikhawatirkan akan terjadi padanya dhoror (gangguan) atau tambah akan terjangkit penyakit, maka boleh baginya untuk berbuka serta mengakhirkan puasa sampai pada waktu yang pendek waktu siangnya (beberapa tahun akan berganti waktu siangnya menjadi pendek).

Adapun kalau dia berada di negeri yang tidak ada pergantian padanya siang dan malam dalam 24 jam, maka hendaknya ia mentaqdir waktu malam dan siangnya; entah dengan menggunakan cara menyamaratakan waktunya, atau sesuai dengan waktu Mekkah dan Madinah, atau dengan menggunakan waktu siang malam di tempat (negeri muslim) yang paling terdekat dengan negeri tersebut berlandaskan dengan ikhtilaf pada permasalahan sebelumnya."  (lihat "Majmu Fatawa wa Rosa'il Ibnu Utsaimin" (19/310))

 FAWAID YANG BISA DIAMBIL : 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Siang menderap Pencakar Langit Dubai, Kamis, 12 Ramadhan 1436 H/29 Juni 2015.

 

 

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran