Monday, August 21, 2017
Text Size

BIRRUL WALIDAIN – dengan menyenangi olahraga yang disenangi oleh orang tua -

 

Mendulang Kebaikan Berbakti kepada Orang Tua dengan Mencintai Hoby kebaikannya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi antum sekalian. Berikut adalah pembahasan yang penuh inspirasi untuk mengetuk pintu Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua).

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan hamba-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tua, Allah Ta'ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua [QS. An-Nisaa' : 36]

Hadits dari Abdullah bin 'Amr radhiallahu'anhuma, dia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الجِهَادِ، فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ ، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

"Seseorang datang dan meminta izin kepada beliau untuk ikut berjihad, maka beliau bersabda, 'Apakah kedua orang tuamu masih hidup ?" orang tersebut menjawab, "Ya Masih." Maka beliau pun bersabda, "Kepada keduanya saja kamu berjihad."  SHOHIH   (HR. Al-Bukhari no. 3004, 5972, Muslim no. 2549, Ahmad no. 6765, Abu Dawud no. 2529, At-Tirmidzi no. 1671, An-Nasaai no. 3103, Al-Hakim no. 2501 dan al-Baihaqy dalam Syu'abul Iman no. 7441.)

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (wafat th. 852 H) dalam Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori 10/403 dan Al-Munawi rahimahullah (wafat th. 1031 H) menjelaskan hadits diatas dalam Faidhul Qadiir 4/460 :

فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ : أَيْ إِن ْكَانَ لَكَ أَبْوَانِ فَأَبْلِغْ جِهَدَكَ فِي بِرِّهِمَا وَالإِحْسَانِ إِلَيْهِمَا فَإِنَّ ذَلِكَ يَقُوْمُ لَكَ مَقَامَ قِتَالِ العَدُو

"Kepada keduanya saja kamu berjihad." Yaitu jika engkau mempunyai dua orang tua maka berjihadlah untuk keduanya dalam berbakti kepada keduanya dan melakukan kebaikan kepada keduanya karena yang demikian itu sama kedudukannya dengan memerangi musuh dalam peperangan jihad.

Hadits mulia diatas sangatlah terasa pada kisah berikut, yaitu kisah inspirasi yang dinukil dari seorang shohib ketika beliau ada di daerah mendut kabupaten Magelang.

Aku berusaha untuk menyenangkan orang tuaku dengan olahraga yang digemari beliau. Mungkin ini adalah caraku untuk dapat menyenangkan dan membahagiakan bapakku yang mempunyai hoby bermain tennis. Hari Rabu pagi itu seperti biasa bapakku sudah menanyakan kesiapanku untuk bermain tennis bersama-sama dengan teman-teman sesama pensiunan.

Dengan semangat pun aku mengiyakan untuk menemani bapak bermain tennis meskipun dalam hati aku ingin mempersiapkan safar ku yang tinggal esok hari.

Setelah masuk lapangan ternyata yang ditunggu-tunggu datang yaitu giliran main double, dan lawanku saat itu adalah orang yang paling kuat tennisnya di kalangan para pensiunan.

Aku berpasangan dengan bapakku melawan pasangan kuat dari petenis nomer satu di kalangan para pensiunan di Magelang. Saat itu hatiku merasa sedikit khawatir, "Jangan-jangan aku tidak bisa mengantarkan kemenangan untuk bapakku." Terbersit niat untuk membuat senang dalam baktiku bermain tennis bersama bapakku, "Ya Allah bantulah hamba-Mu yang lemah ini untuk berbakti kepada bapakku."

Dan ternyata kami sudah kalah 0-2 dari 8 game yang biasa dimainkan. Setiap aku hendak memukul serve ataupun menerima serve dari lawan aku hanya bergumam dalam hati menyeruakkan harapanku dengan doa kepada Dzat Yang Maha Pemberi Rezki, "Ya Allah mudahkanlah hamba-Mu yang lemah ini untuk bisa berbakti kepada bapakku."

Alhamdulillah, Allah mengabulkan doaku dengan dimenangkan 8-3 atas lawan yang tangguh tersebut. Pada kesempatan berikutnya ternyata lawanku yang tadi masih penasaran dan ingin menantangku lagi dengan memilih partner yang lebih kuat dari sebelumnya. Akupun ditarik tanganku oleh bapakku sambil berkata, "Ayo, lawan lagi pak Mu." Betul Pak Mu adalah petenis yang gaya ayunan dan keakuratan pukulannya adalah seperti pelatih tennis yang handal, itupun membuat hatiku berdebar lagi, "Mosok bisa menang lagi." Akhirnya aku hanya bisa mengulangi lagi munajat doaku lirih bergumam, "Ya Allah bantulah hamba-Mu yang lemah ini untuk bisa berbakti kepada bapakku."

Dan alhamduilllah kami bisa "Menghajar lawan tangguh tersebut dengan telak 8-1" bahkan Pak M mengatakan "Wah, hari ini aku kena batunya, apes banget."

Aku menyadari betapa kurangnya aku dalam memperhatikan bapak ibuku, terkadang aku lebih suka untuk meluangkan waktu bergelut dan bercengkerama dengan teman-temanku, sedangkan untuk meluangkan waktu dengan bapak ibuku, kadang bahkan sering rasa malas itu menghampiriku.

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku pada waktu kecil.

 FAWAID - KANDUNGAN HIKMAH YANG BISA DIPETIK:  

Saudaraku, Engkau bisa dan mampu berjam-jam, berhari-hari bahkan bertahun-tahun terbahak-bahak, bersendau gurau, bercengkerama dengan banyak teman-temanmu, namun ketika orang tuamu memintamu untuk menemaninya maka berubah raut mukamu, berat kakimu tuk melangkah, malasmu bergejolak menolak ajakannya...Itukah yang pantas untuk membalas jerih payahnya orang tuamu ?... Siapa yang membersihkan pipis dan bab-mu dulu ketika engkau masih kanak-kanak ? Siapa yang terbangun bahkan begadang penuh cemas dan bersusah payah membawamu ke dokter dikala engkau sakit ? siapa yang menuntun langkah kakimu untuk pertama kalinya menghujam ke bumi ? Apakah jawabmu adalah temanmu yang engkau banggakan selama ini ?? Bukan temanmu yang berbuat itu tapi semua itu adalah Taufiq dari Allah yang terwujud melalui cinta sejati orang tuamu yang tak pernah mereka malas dalam memberikan kasih sayangnya kepadamu

Ditulis Menjelang keberangkatan ke Abu Dhabi di Bandara Soekarno Hatta – 2 D, diselesaikan di gubuk al Rohba Abu Dhabi, UAE.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Zaki Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Siang menderap Pencakar Langit Dubai, Ahad, 16 Syawal 1437 H/18 September 2016.

 

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran