Monday, August 21, 2017
Text Size

Sahkah Sholat orang yang punya TATO ?

 

HUKUM SHOLAT ORANG PUNYA TATO

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi antum sekalian. Berikut adalah pembahasan tentang sholatnya orang yang bertato yang merupakan pertanyaan yang ada di forum grup wa Fawaid al-Muwaththo.

 TANYA: 

Assalamualaikum,ust zaki mau tanya kalau badannya tatoan itu buat sholat hukumnya gimana ?

 JAWAB: 

Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, barakallahu fikum. Menggunakan tato hukumya haram, dan terdapat larangan khusus dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Juhaifah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

«لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ، وَآكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ، وَنَهَى عَنْ ثَمَنِ الكَلْبِ، وَكَسْبِ البَغِيِّ، وَلَعَنَ المُصَوِّرِينَ»

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang mentato dan yang minta diberi tato, dan orang yang memakan riba dan yang memberikan riba, dan (beliau) melarang dari uang hasil jual anjing, uang hasil pelacuran, serta melaknat orang yang melukis (lukisan makhluk hidup – manusia maupun binatang)”  SHOHIH   (HR. Al-Bukhari no. 5347.)

Begitu juga hadits yang mulia lainnya:

عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، قَالَ: رَأَيْتُ أَبِي اشْتَرَى عَبْدًا حَجَّامًا، فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: « نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الكَلْبِ وَثَمَنِ الدَّمِ، وَنَهَى عَنِ الوَاشِمَةِ وَالمَوْشُومَةِ، وَآكِلِ الرِّبَا وَمُوكِلِهِ، وَلَعَنَ المُصَوِّرَ»

“Dari ‘Aun bin Abi Juhaifah, dia berkata, Aku pernah membeli seorang budak yang sering membekam, lalu aku bertanya kepadanya, dan beliau menjawab, “Nabi Shallalllahu’alaihi wasallam melarang dari uang hasil penjualan anjing, bayaran upah tukang bekam, dan melarang dari tukang tato dan yang minta ditato, dan (beliau melarang juga) memakan harta riba dan yang memberikan harta riba, dan (beliau) melaknat orang yang melukis (lukisan makhluk hidup).”  SHOHIH   (HR. Al-Bukhari no. 2086.)

Begitu juga hadits yang mulia lainnya:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَعَنَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ، وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَةَ»

"Dari Abdullah bin Umar, bahwasannya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat orang yang menyambung rambut atau yang meminta untuk disambung rambutnya, dan (juga melaknat) orang yang mentato dan yang meminta untuk ditato."  SHOHIH   (HR. Muslim no. 2124 (119), At-Tirmidzi no. 1759, Ibnu Majah no. 1987)

 Fatwa Ulama: 

Syaikh Bin Baz rahimahullah (wafat th. 1420 H) mengatakan:

الوشم في الجسم حرام؛ لما ثبت عن النبي - صلى الله عليه وسلم -: «أنه لعن الواصلة والمستوصلة، والواشمة والمستوشمة » ، وإذا فعله المسلم في حال جهله بالتحريم، أو عمل به الوشم في حال صغره، فإنه يلزمه إزالته بعد علمه بالتحريم، لكن إذا كان في إزالته مشقة أو مضرة فإنه يكفيه التوبة والاستغفار، ولا يضره بقاؤه في جسمه.

Tato di tubuh hukumnya haram, sebagaimana hadits yang shohih dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, bahwasanya beliau Shallallahu’alaihi wasallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya, serta yang mentato dan yang minta ditato (lihat hadits diatas). Jika seorang muslim melakukannya dalam keadaan tidak tahu akan keharamannya atau melakukan tato ketika usia kanak-kanak maka dia harus menghilangkannya ketika dia mengetahui keharamannya. Namun jika dalam hal proses penghilangannya ada yang memberatkan atau dapat menyebabkan kemudhoratan ( membahayakan dirinya) maka cukup baginya bertaubat (dengan sungguh-sungguh) dan beristighfar mohon Ampunan kepada Allah, dan tidak memudhorotinya tato yang masih melekat di tubuhnya. (Lihat Majmu Fatawa Syaikh Bin Baz rahimahullah 10/44)

Oleh karena itu, kewajiban orang yang memiliki tato di tubuhnya:

  1.  Dia harus bertaubat kepada Allah, memohon ampunan dan menyesali perbuatannya.
  2.  Kemudian berusaha menghilangkan tato yang menempel di badannya, selama tidak memberatkan dirinya. Namun jika upaya menghilangkan tato ini membahayakan dirinya atau terlalu memberatkan dirinya maka cukup bertaubat dengan penuh penyesalan dan inSya Allah shalatnya sah.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan..." (QS. al-Hajj :78)

 FAWAID - KANDUNGAN HIKMAH YANG BISA DIPETIK:  

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Zaki Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Siang menderap Pencakar Langit lantai 15, Dubai, Senin, 17 Syawal 1437 H/19 September 2016.

 

Silahkan Bergabung via WA 

FAWAID AL MUWATHTHO 

Akhwat : +971 566921 841,  +6282122630645

Ikhwan : +971 563000 370 

repository @telegram : http://telegram.me/FawaidAlMuwaththo

          

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran