Sunday, October 22, 2017
Text Size

PENYEJUK GUNDAH Bagi Yang Sudah Bersuami

 

PENYEJUK GUNDAH

Bagi Yang Sudah Bersuami

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi antum sekalian. Nasehat dari Syaikh Sholih al-Masy'ari hafizhahullah ketika membahas muqaddimah syarah Muslim linnawawi...terkadang untuk menjawab pertanyaan yang sulit dengan bahasa indah itu sudah mencukupi...dan pertanyaan sulit itu tercetus dari fenomena yang dialami oleh sebagian besar kaum muslimah yang sudah menikah.

Sebuah nasehat indah bagi

Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.”  Hasan Shohih   (HR. at-Tirmidzi no. 1159, al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro no. 14704, dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu juga dari beberapa Shahabat lainnya. Hadits hasan shahih, Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1998).

Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ.

“Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya karena suamimu (merupakan) Surgamu dan Nerakamu.” (HR. Ahmad no.19003, an-Nasai dalam as-Sunan al-Kubro no.8913, at-Thobroni dalam al-Mu'jamul Awsath no. 528, al-Baihaqi dalam al-Adab no.47 dan Syu'abul Iman no. 8356, dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Hadits hasan, Lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 2612)  Hasan   (HR. Ahmad no.19003, an-Nasai dalam as-Sunan al-Kubro no.8913, at-Thobroni dalam al-Mu'jamul Awsath no. 528, al-Baihaqi dalam al-Adab no.47 dan Syu'abul Iman no. 8356, dari bibinya Husain bin Mihshan radhiyallaahu ‘anhuma. Hadits hasan, Lihat Silsilah Ahaadits as-Shohihah no. 2612)

Berikut ini adalah sebuah guratan nasehat   kepada para wanita muslimah yang telah bersuami untuk senantiasa bersyukur dan bersabar dengan apa saja yang dialaminya dalam mengarungi biduk kehidupan bersama suaminya  

  •  Langkah kakimu mulai galau
  •  Meradang sakit goresan pilu
  •  Tiap hari ditoreh impian "kalau"
  •  Jikalau suamiku bukan sembilu

  •  Tertelan makanan padat keras
  •  Makan banyakpun bisa muntah
  •  Maghligaimu kan bersemi meretas
  •  Jika cintamu ke dia karena Allah

  •  Sekiranya gajah dipelupuk mata
  •  Bakteri dikejauhan tak digubris
  •  Bahagiamu sudah takdir tertata
  •  Bersyukurlah walo hatimu teriris

  •  Suara janda-janda itu meraung
  •  digelap malam cekaman durjana
  •  Kau mau berakhir tak bernaung?
  •  Ditemani biduk sepi hati merana

Wahai wanita sholihah...

Taut kan Munajatmu hanya kepada Allah...

Ingatlah ketika engkau marah kepada suamimu...

Engkau telah marah kepada nikmat Allah yang begitu besar...

Yang nikmat itu tidak di dapatkan oleh orang-orang yang mendambakan suami ...

Siang malam mereka bermimpi dan bermunajat ditengah isakan tangis mereka...

Ternyata nikmat yang mereka impikan telah ada dihadapanmu...

Tapi engkau campakkan nikmat itu

  •  dengan egomu...
  •  dengan masa lalumu...
  •  dengan berbagai dalih senang mu...

Jangan engkau sia-siakan lagi nikmat Allah tersebut...

Nikmat itu akan begitu terasa ketika nikmat itu di cabut...

sejelek jelek manusia adalah yang mencintai manusia karena hawa nafsunya... maka cintailah nikmat Allah itu karena engkau cinta kepada yang menciptakan nya yaitu Allah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Zaki Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Siang menderap Pencakar Langit Dubai, Selasa, 17 Muharram 1438 H/18 Oktober 2016.

 

 

Silahkan Bergabung via    Forum WA Fawaid al Muwaththo wa Zaidah    Klik, langsung link berikut:

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran