Sunday, October 22, 2017
Text Size

ADA APA DIBALIK SOSOK USTADZ ?

 

ADA APA DIBALIK SOSOK USTADZ ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan bagi antum sekalian.


  •  Orang bilang kalau sudah jadi ustadz maka semuanya harus sempurna, sesuai buku. !!
  •  Orang bilang kalau sudah jadi ustadz maka tidak boleh ada aib.

Sebuah nasehat indah bagi

Ingat akhir tahun 2008, ketika Syaikh Abdul Bari Fathullah hafizhahullah "diperkarakan" karena ada beberapa murid beliau yang menjadi praja negara yang menolak untuk mencukur jenggot dan ditanya, "Kamu ngajinya sama siapa?" dijawab, "Syaikh Abdul Bari al-Hindi" sontak, semua orang terperanjat dan langsung aparat mengamankan beliau dan langsung mengirim beliau balik ke India.

Selesai sudah 21 tahun lebih mengajar di UAE. Semua kebaikan selama ini seolah dikubur dengan setitik noda hitam yang melekat. Padahal beliau hafizhahullah tidak menyuruh untuk menentang penguasa namun kalau ada kesalahan maka sang gurulah yang menanggungnya. Kenapa tidak ada tabayun dan langsung dikenai sangsi ? Allahul Musta'an.

Terfikir ketika beliau hafizhahullah, mengajarkan kitab Fathul Bari Syarah Shohih Al-Bukhori yang beliau telah mengajar dan menyelesaikannya dua kali tamat dalam 21 tahun kitab Fathul Bari. Sebelum hari H mengajar, beliau pernah menasehatiku, "Kalau hendak mengajar, maka paling tidak minimal 5 kali diulang apa yang akan aku sampaikan, aku baca dan pahami." Lalu beliau menukilkan perkataan Yahya bin Abi Katsir rahimahullah (wafat th 129 H),

«لَا يُسْتَطَاعُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ»

"Ilmu itu tidak bisa didapat dengan badan yang bersantai-santai (tanpa perjuangan)" (Dibawakan oleh Imam Muslim di kitab Shohihnya no. 612 (175))

Ketika aku bermalam di maktabah beliau, aku dapati beliau hafizhahullah, sering bangun malam dan murojaah apa yang akan diajarkannya. Semata-mata, agar para muridnya bisa menangkap, memahami apa yang beliau sampaikan. Lalu akupun menghardik diriku, "Dimana engkau dengan adab dan semangat beliau ?"

Itu semua mungkin tidak pernah terbayang dibenak murid-murid beliau bahwa sebelum beliau mengajar, beliau harus berjuang siang malam agar ilmu bisa tersampaikan kepada murid-muridnya dengan mudah dan jelas. Umumnya aku hanya bertanya bahwa "Kajiannya ada atau tidak ?" "Sudah sampai mana sekarang kajiannya?"

Namun terkadang aku lupa untuk menanyakkan bagaimana kesehatan beliau, bahkan akupun lupa (baca: bakhil) untuk mendoakkan kebaikan kepada beliau hafizhahullah (Astaghfirullah).

Waktu Syaikh Abdul Bari hafizhahullah berada dibalik jeruji besi, Syaikh Sholih al-Masy'ari hafizhahullah sebagai muridnya telah mengunjunginya. Syaikh Abdul Bari hafizhahullah pun bertanya kepada Syaikh Sholih al-Masy'ari hafizhahullah,

"Kenapa engkau datang menjengukku, ya waladi (wahai anakku)?" lalu Syaikh Sholih al-Masy'ari hafizhahullah menjawab, "Syaikhi (guruku) Engkau adalah guruku, aku menunaikan kewajibanku sebagai seorang murid kepada gurunya yaitu menghormati dan menghargai serta menyayanginya namun jikalau engkau ada kesalahan maka itu adalah perkaramu dengan Allah, sedangkan aku sebagai murid tetap akan menghormati dan menyayangimu karena Allah."
Itulah yang diceritakan oleh Syaikh Sholih al-Masy'ari hafizhullah ketika beliau mengajariku akhlaq menghormati guru/ustadz ketika kajian Shohih Muslim setiap Malam Jum'at di Dubai.

Akupun teringat, bahwa pertama kali bertemu dengan Syaikh Abdul Bari hafizhahullah, beliau mengatakan, "Kamu dari Indonesia ? ini hadiah kitab buatmu, mungkin kamu belum tentu bisa hadir lagi dimajelis ilmu ini?" Saat itupun benakku seperti diguncang dengan cubitan dan tantangan, "Kok Syaikh ngomong gitu yah?" hardikku. Tapi setelah sekian tahun aku sadari bahwa beliau hafizhahullah melakukannya karena sayangnya beliau kepadaku, bahkan kepada murid-murid beliau yang lainnya.

Itupun ketika telah beberapa tahun baru aku sadari bahwa maksud beliau hafizhahullah adalah demi kebaikanku, dan itu adalah sebuah proses pendewasaanku terhadap apa yang diucapkan beliau hafizhahullah.

ADA BEBERAPA FAWAID YANG BISA DIPETIK: 

Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ؟ قَالَ: تَحْجُزُهُ، أَوْ تَمْنَعُهُ، مِنَ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ ُ

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tolonglah saudaramu yang berbuat dzolim dan yang didzolimi." Kemudian ada seseorang bertanya tentang bagaimana cara menolong orang yang berbuat dzolim? Beliau ﷺ menjawab, "Kamu cegah dia atau larang dia dari berbuat dzolim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya."  Shohih   (HR. Al-Bukhari, no. 6952 dan Muslim, no. 2584)

Imam As-Syafi'i rahimahullah (wafat th. 204 H) pernah memberikan nasehat:

لاَ يَطْلُبُ أَحَدٌ هَذَا الْعِلْمَ بِالْمُلْكِ وَعِزِّ النَّفْسِ فَيُفْلِحُ وَلَكِنْ مَنْ طَلَبَهُ بِذُلِّ النَّفْسِ وَضِيْقِ الْعَيْشِ وَخِدْمَةِ الْعُلَمَاءِ أَفْلَحَ

Tidak seorang pun akan beruntung dalam menuntut ilmu agama dengan bermodalkan kemewahan apa yang dipunyai dan ego gengsi tinggi. Barangsiapa yang mencari ilmu dengan berbekal kerendahan diri, kesempitan hidup dan kesediaan untuk berkhidmat kepada para ulama, maka dialah yang akan berhasil. (Nasehat dari Imam asy-Syafi'I dinukilkan oleh Ali Al-Yamani dalam kitabnya Aadabul 'Ulama wal Muta'alimiin hal. 13)

Ya Allah, maafkanlah dosa kesalahanku kepada masyaikh, asatidzku dan guru-guruku, ampunilah kesalahan dan dosa mereka, sayangilah mereka dan tinggikanlah derajat mereka disisi-Mu.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Abu Kayyisa,

Dubai UAE - Siang menderap Pencakar Langit Dubai, Selasa, 8-8-1438 H - 8 Sya'ban 1438 H/04 Mei 2017.

 

Silahkan Bergabung via    Forum WA Fawaid al Muwaththo wa Zaidah    Klik, langsung link berikut:

 

ARSIP ARTIKELs

Kajian Online UAE   

Add comment


Security code
Refresh


Jazakallahu Khoiran