Tuesday, November 21, 2017
Text Size

General

Kisah Perjalanan 2 Pekan yang Menggetarkan, Perjalanan Haji dari UAE

 

Kisah 2 Pekan yang Menggetarkan Hati, Perjalanan Haji Penuh Hikmah 1434 H.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, berikut merupakan kisah singkat tentang perjalanan haji dari UAE tahun 1434 H.

– Kisah ini diambil dari penuturan Akh Ibnu Is (jazahullah khoiran) dan dalam kisah berikut akan digunakan beberapa nama kunyah dan kata ganti "kami" yang mewakili teman-teman UAE yang telah berhaji tahun 2013.

Dimulai dari berita yang beredar di mailist KMMI Abu Dhabi tanggal 11 Agustus 2013, bahwa terdapat hamlah – (sebut saja hamlah G) yang menawarkan harga bombastis super murah untuk haji tahun 2013 yaitu 25K DHS jauh dibawah standar harga yang umum di UAE yaitu diatas 40K DHS. Mulailah teman-teman yang sudah berniat haji sejak lama (baca: memendam keinginan yang tinggi) mendaftar ke hamlah tersebut, dan tercatat lebih dari 35 orang teman-teman Indonesia yang di UAE telah mendaftar di hamlah tersebut dengan persyaratan yang simple, passport asli, photo background putih 2 lembar, dan uang DP 5000dhs per orang namun paket murah ini diprediksikan mempunyai peluang untuk mendapatkan visa haji sebesar 60% dan yang 100 % paket jelas dari pihak hamlah adalah sebesar 43K Dhs. Akhirnya banyak teman yang memilih "PAHE – Paket Hemat" tersebut. Sedangkan "PAJE - Paket Jelas" dipilih oleh teman-teman dari Ruwais yang pernah "berpengalaman pahit" dengan hamlah di al-Ain 2010 dimana mereka dikhianati (baca: ditipu) oleh hamlah dari al-Ain. Kami pun mendapatkan info dari hamlah al-Ain namun itu masih diatas 30K Dhs, akhirnya info dari al-Ain itu kami gantung karena kami berharap untuk mendapatkan "PAHE - Paket Hemat" haji di hamlah G.

Qaddaralallah wa Masya'a fa'ala, pada tanggal 17 Agustus, hamlah G memberitahukan bahwa fasilitas akomodasi bagi yang "paket hemat" belum jelas dan kesempatan untuk mendapatkan visa haji tipis. Pada tanggal 31 Agustus, Akhirnya kami membatalkan semua proses pendaftaran di hamlah G kemudian kami mendaftar ke hamlah Bani Umar di al-Ain yang memberikan harga "PALU – Paket Lumayan" dibawah harga standar yaitu 33K Dhs itupun telah didiscount karena kami "keroyokan" ada 25 orang, harga perorang atau harga umum yang mereka tawarkan adalah 35K Dhs. Saat itu ada 25 teman Indonesia yang mendaftar di hamlah tersebut.

Persyaratan yang dibutuhkan oleh hamlah tersebut adalah:

  • Surat No Objection dari perusahaan/kantor.
  • Passport dan visa valid 6 bulan.
  • Surat sehat dan vaksin meningitis.
  • Foto background putih 4 lembar.
  • Fotokopi emirate ID bolak balik.
  • Uang DP setengah dari total biaya.
  • Harus ada mahrom bagi yang perempuan.

Syarat terakhir diatas menjadikan kami tambah yakin dengan hadits Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam :

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَ مَعَهاَ ذُوْ مَحْرَمٍ ، وَ لاَ تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلاَّ مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ امْرَأَتِيْ خَرَجَتْ حَاجَّةً ، وَ إِنِّيْ اكْتُتِبْتُ فِيْ غَزْوَةِ كَذَا وَ كَذَا ؟ قَالَ : انْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

"Dari Abdullah bin 'Abbas, ia mendengar NabiShallallahu'alaihi wassalam bersabda: "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya. Dan janganlah seorang wanita bepergian, kecuali bersama mahramnya." Lalu seorang shahabat berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam, sesungguhnya isteriku pergi berhaji, sedangkan aku diperintahkan untuk turut serta dalam peperangan ini dan itu." Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam berkata, 'Kembalilah dan berhaji-lah bersama isterimu."   Hadits Shohih   (HR. Bukhari no. 1862, Muslim no. 1341)

Syarat ketujuh tersebut membawa faidah dan hikmah yang besar sekali kepada salah satu diantara kami yang tadinya menyetujui istrinya untuk berangkat bersama kami tanpa mahrom, dan akhirnya Allah memudahkan beliau untuk mendaftar bersama istrinya, bersama-sama menempuh perjuangan ibadah haji. Hikmah itu terasa sekali ketika sang istri mendapatkan haid ketika di Madinah, Alhamdulillah karena didampingi mahrom akhirnya menjadi tenang dan tidak depresi/stress karena kwatir "jangan-jangan tidak bisa melakukan haji dengan sempurna."

Yang menarik dari hamlah tersebut adalah ketika kami keroyokan mendatangi hamlah tersebut untuk mendaftar dan menyerahkan DP sebesar setengah dari total dan proses pendaftaran tersebut selesai setelah maghrib, oleh Shohibul Hamlah – pemilik Hamlah langsung menawarkan kepada kami untuk makan malam di suatu restoran di al-Ain. Hal ini membuat kami merasa tambah yakin terhadap hamlah Bani Umar karena keterbukaan dan penyambutan yang sangat hangat langsung dari pemiliknya dimana beliau menjelaskan kalau visa telah keluar dan kami tidak bisa berangkat maka uang tidak bisa dikembalikan namun apabila visa tidak keluar karena kelalain dari pihak Hamlah maka uang akan dikembalikan 100%. Saat selesai pembayaran DP tersebut seperti rasa pahit yang kami dapati dari hamlah sebelumnya sedikit terobati.

Pada tanggal 6 September 2013, Alhamdulillah teman-teman sudah merencanakan untuk mengadakan latihan manasik haji di KBRI Abu Dhabi dengan dipandu oleh Abu Nu'maa (jazahullah khoiran) dan dapat dilaksanakan sebanyak 5 kali latihan manasik haji. Pada latihan manasik yang terakhir mendapatkan tambahan informasi yang sangat bermanfaat dari Syaikh Sholih al-Masyar'I hafizhahullah wa jazahullah khoiran.

Tanggal 20 September, kami mendapat pemberitahuan dari hamlah Bani Umar bahwa kami harus menambahkan 5000 Dhs untuk membayar tiket pesawat dan itu termasuk dari total biaya yang telah disepakati 33K Dhs, jadi setiap orang 16,5K + 5K Dhs dan sisanya akan dibayarkan ketika telah mendapatkan visa. Saat itu ada teman dari Ruwais memberitahukan tentang kekwatiran bahwa bisa jadi itu akal bulus dari hamlah untuk menipu kita sebagaimana beliau kena tipu pada tahun 2010, makin gundah pula kami mendengar berita tersebut. Tapi Alhamdulillah sudah pasrah dan tinggal tawakal berharap kepada Allah saja yang bisa kami lakukan. Dan ternyata ada beberapa teman local yang memberikan informasi bahwa peraturan dari pihak Awqaf berbeda pada tahun ini, karena visa akan dikeluarkan apabila semua fasilitas termasuk tiket pesawat telah dituntaskan. Oleh karena itu kami bersyukur Alhamdulillah telah memenuhi pembayaran tersebut. Sedangkan ada beberapa teman-teman yang mengambil " PAJE - Paket Jelas" dari hamlah G, dimana hamlah tersebut sebelumnya berani menjamin 100% bahwa yang telah mengambil PAJE akan pasti mendapat visa, namun qaddarallah apa mau dikata. Akhirnya kalang kabut karena tidak mendapatkan visa, hal itu karena saat itu mereka masih hanya disyaratkan oleh hamlah membayar DP 5000 dhs dan apabila telah keluar visa baru dibayar full 43K Dhs.

Pada tanggal 22 September 2013 kami mendapatkan tambahan teman yang mendaftar di hamlah Bani Umar sehingga semuanya berjumlah 28 orang. Jumlah tersebut adalah sangat fantastic, Subhanallah, info sebelumnya adalah bahwa semua hamlah di UAE hanya menyediakan limited kursi – kurang lebih 4 kursi bagi expat pendatang sedangkan kami berjumlah 28 orang. Jujur dari awal, hal itu agak meragukan bahwa hamlah Bani Umar akan menepati janjinya dan semuanya bisa dapatkan visa. Alhamdulillah semuanya mendapatkan visa haji dan itu semua adalah kemudahan dari Allah tidak ada yang bisa memudahkan itu semua kecuali karena kehendak Allah.

Itulah saat dimana aqidah kita diuji, kepasrahan dan pengharapan hanya kepada Allah karena Allah lah yang telah mengatur itu semua. Bahkan yang menarik adalah pada tanggal 29 September 5 orang teman dari Ruwais ditolak oleh hamlah G alias tidak mendapatkan jatah visa, akhirnya pertolongan Allah datang ada 4 orang diantara mereka yang meneruskan langkah untuk tetap berangkat haji, 2 mendaftar ke hamlah yang direkomendasikan perusahaannya dan 2 lagi mendaftar ke hamlah lain via hamlah Bani Umar. Alhamdulillah mereka mendapatkan visa pada tanggal 3 Oktober 2013 setelah mendaftar pada tanggal 30 September 2013, dimana beliau dari Ruwais ke Abu Dhabi mengambil berkas dan uang dari Hamlah G kemudian langsung ke Hamlah yang ada di al-Ain pada hari yang sama (mungkin dalam sehari itu beliau menempuh perjalanan kurang lebih 1000 km) untuk bolak-balik mengurus administrasi persyaratan haji. Analisanya adalah dengan hanya kurang dari 5 hari dua teman kami dari Ruwais telah mendapatkan kemudahan mendapatkan visa haji dan itulah bukti bagi kami bahwa kemudahan Allah senantiasa beserta hamba-hamba-Nya yang terus berusaha maksimal, mengikhlaskan niat kemudian hanya bertawakal kepada-Nya.

Pada hari Jum'at 4 Oktober kami berkumpul untuk membayar pelunasan biaya haji dan pembagian visa haji, sekaligus penyerahan fasilitas dari hamlah Bani Umar berupa kain ihrom, mukena, kartu tanda pengenal haji, hp nokia (serta simcard dibagikan ketika di bandara Dubai). Hari itu adalah hari yang sungguh melegakan bagi kami, akhirnya ada berceletuk "Alhamdulillah akhirnya berangkat juga haji tahun ini", ada beberapa teman kami telah mendaftar untuk berhaji dari Indonesia via haji plus namun akhirnya dibatalkan. Allahu Akbar…Sungguh Allah adalah Satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi dengan benar, Dzat yang telah mengatur semua kejadian dengan begitu indah dan mengagumkan. Allahu Akbar.

Berikut detail perjalanan haji kami:

Tanggal 6 October – 1 Dzulhijjah – hari yang dinanti-nanti, sebagian besar dari kami begadang tidak tidur malam karena sibuk mempersiapkan keberangkatan haji, itupun kalau difikir dan dibandingkan dengan berangkat dari Indonesia pastinya harus mengadakan banyak ceremony yang tidak ada dalilnya. Kami sepakat berangkat jam 3.30 pagi ke Bandara Dubai dengan mencarter bis, nyampe dubai jam 5.15 – Langsung sholat Shubuh di Masjid dekat Bandara Dubai. Kami berangkat pagi karena kwatir ada kabut tebal dan memang diminta oleh hamlah untuk sampai di bandara paling lambat jam 7 pagi. Kami menuju terminal D, Subhanallah di bandara Dubai kami mendapatkan banyak souvenir baik payung, alquran, botol minuman, sanitizer lotion, tas pinggang, tas kecil, buku dan buklet tentang haji itu semua disediakan oleh pemerintah UAE – kementerian kesehatan dan juga ada organisasi social keagamaan yang bernama Dar al-Bir (jazahumullah khoiran).

Kami berangkat ke Madinah memakai Saudi Airlines tepatnya jam 1.50 dan mendarat di bandara Madinah jam 3.50 dan 2.50 waktu saudi, sholat Dhuhur kami lakukan di bandara Madinah. Alhamdulillah tiba di hotel Daar el-Emaan Madinah pukul 3.30 waktu Saudi, setelah itu kami langsung makan siang dilanjutkan sholat Ashar di Masjid Nabawi.

Alhamdulillah di Madinah 4 hari 3 malam, kami dapat mengikuti kajian Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad, dan juga menghadiri kajian Ustadz-Ustadz yang belajar di Jamiah Islam Madinah. Selama di Madinah kami mendapatkan berbagai nasehat yang bermanfaat. Kami menentukan Titik poin pertemuan kami di masjid dekat dengan pintu masuk al-Badr agar memudahkan kami untuk senantiasa berkumpul dalam kebaikan dan kekompakan.

Kegiatan yang kami lakukan diluar adalah mengunjungi masjid Quba dan Bukit Uhud. Keutamaan masjid Quba adalah berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَقُبَاء فَصَلَّى فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ كَانَ لَهُكَأَجْرِ عُمْرَةٍ

"Barangsiapa mensucikan dirinya di rumah-nya lalu datang ke masjid Quba' dan shalat dua rakaat di dalamnya maka baginya (pahala) seperti pahala umroh."   Hadits Shohih   (HR. Ibnu Majah no. 1412. dan lain-nya, shahih. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wat Tarhib no. 1181).

Perjuangan Umrah: Tanggal 9 Oktober - 4 Dzulhijjah.

Setelah sarapan, kami berangkat ke Mekkah dengan sebelumnya kami telah mandi dan "bebersih" langsung memakai kain ihrom dari hotel karena kami mengira di miqat bisa jadi keadaannya ramai dan tidak ada kesempatan untuk mandi dan berganti kain ihram. Alhamdulillah kami sampai di miqat Dzulhulaifah jam 10.15, lalu kami melakukan sholat sunnah di masjid Dzulhulaifah/Bir Ali setelah itu kami didalam bis ketika bis akan bergerak melanjutkan perjalanan ke Mekah kami membaca niat ihram dan kemudian bertalbiyah dengan suara keras sepanjang jalan, kami berhenti di Rumah Makan Jalan menuju Mekkah untuk sholat Dzuhur dan Ashar. Akhirnya tiba di hotel Makkah jam 18.15, lalu kami mengerjakan sholat Maghrib secara berjama'ah di Hotel Apartment Syuruq al-Adl, beristirahat dan makan malam masih dalam keadaan ihram.

Jam 22.30, kami berangkat ke Masjidil Haram dengan bis dari Hamlah untuk melakukan Umrah. Alhamdulillah kami bisa thowaf di basement dengan perjuangan, setelah itu sholat dua rakaat dibelakang maqam Ibrahim kemudian minum Zam-zam di tempat yang tidak seperti biasa (benar-benar dalam masjidil Haram dirombak posisi basementnya sehingga kami menemukan air zam-zam dibawah jalan sebelum ke Shofa). Alhamdulillah kami dapat melakukan sai dengan jalur lama sebagaimana jalur yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam yaitu jalur Marwa-Shofwa. Setelah itu selesai kami lanjutkan dengan sholat Shubuh kemudian pulang ke hotel, kami langsung– KO tidur sampai menjelang dhuhur. Kami makan siang dan sholat dhuhur di Masjid dekat hotel setelah itu jam 2.30 berangkat ke Masjidil Haram untuk melakukan sholat Ashar, Maghrib, dan Isya. Setelah Isya kamipun kembali ke hotel.

Setelah selesai umrah, kami setiap harinya berangkat ke Masjidil Haram setiap setelah selesai makan siang sekitar jam 14.15 dan melakukan sholat Ashar, Maghrib dan Isya di sana. Pagi jadwal bis berangkat jam 2.30 kemudian balik jam 7 pagi. Begitu seterusnya sampai tanggal 12 Oktober atau 7 Dzulhijjah.

Sebagian dari kami ada yang sempat mengunjungi jama'ah haji dari Indonesia dimana mereka banyak berkumpul di daerah Bahotmah. Berdasarkan penuturan dari seorang teman yang sempat berkunjung ke daerah Bahotmah.

"Bersyukur banget ketika melihat saudara-saudara jama'ah haji dari Indo, mereka rata-rata seperti tidak ada bedanya antara ketika di Indonesia dan di Saudi. Yang merokok tetap merokok, yang senang belanja juga belanja, sepanjang jalan di daerah bahotmah itu banyak sekali pedagang menjajakan makanan dan barang-barang dagangan kelontong dan yang beli pun tidak lain adalah jama'ah haji dari Indo." " Mereka jama'ah haji Indo tidak lagi mendapatkan fasilitas bis antar jemput dari maktab mereka ke harom sejak tanggal 10 Oktober setelah sholat Dzuhur. Karena itu adalah peraturan yang didapat dari pemerintah Indo, entah apa alasannya, ga faham lah. Cuman rata-rata maktab jama'ah haji indo itu sekitar 4,5 sampe 6 km jaraknya dari Masjidil Harom, dan setelah tanggal 10 Oktober itu mereka yang mau ke Masjidil Harom harus jalan kaki ataupun naik taksi dengan biaya pribadi."

Dan teman yang lain menambah info dari bahotmah, "Sempet sih berkunjung ke area bahotmah, tidak ada masjid yang dekat kecuali ada di basement tiap tiap gedung, akhirnya ane sholat maghrib di basement dengan suasana yang pengap, panas dan hanya ada kipas angin tidak ada AC."

Ada dari kami yang berujar, "Allahu Akbar ….alhamdulillah kita diberikan kesempatan untuk haji, diberi kemudahan untuk mendapatkan bimbingan haji yang sesuai sunnah dan dimudahkan mengamalkan sunnah itu dalam haji tahun ini. Bayangkan seperti saudara-saudara jamaah haji dari Indonesia ONH biasa sudah harus nunggu lama, tidak ada bimbingan yang sesuai sunnah, di Saudi harus 40 hari, masya Allah betul-betul nikmat Allah kepada kita tidak terhitung banyaknya."

Sebagai informasi hotel Syuruq al-Adl tempat kami tinggal di Mekah letaknya di daerah Nuzhah – Mustaushof Mekkah Tibbi sekitar 4,5km dari Masjidil Haram.

Catatan yang penting, kami membawa baju secukupnya (Buat laki-laki hanya perlu bawa salin kain ihrom yang bersih saja.) dimasukkan ke tas kecil/punggung untuk tanggal 8 sampai 10 saja karena setelah itu ketika selesai ifadhoh kami akan diantar ke hotel dan dapat mengambil baju yang bersih lagi. Jadi tidak perlu membawa koper besar dan bawaan banyak.

Perjuangan HAJI:

Yaum mina 8 Dzulhijjah- Hari Tarwiyah – 13 Oktober 2013

Tibalah hari Ahad, hari Tarwiyah, hari pertama genderang haji ditabuhkan. Dari hotel jam 8 an, kami melakukan sarapan setelah itu berangkat menuju Mina dan sampai disana jam 9.15. Setelah itu kami beristirahat sampai menjelang dhuhur, kemudian setelah itu sholat dhuhur berjama'ah di kemah dengan di qashar. Setelah makan siang kemudian sholat Ashar, kami menghadiri kajian dari pihak Hamlah yang diisi oleh staff ahli dari Awqaf UAE, setelah itu kami mengikuti kajian dengan Abu Nu'maa antara Maghrib dan Isya. Setelah makan malam kami beristirahat sampai menjelang Shubuh. Kemudian sehabis sholat Shubuh dan sarapan pagi, kami berangkat ke Arofah jam 7.45 dengan naik kereta.

Sebagai informasi, tenda di mina untuk jama'ah haji dari UAE, sudah full AC dilengkapi kasur (berupa kursi yang bisa ditarik expandable jadi kasur), ada bantal plus selimut.

NOTE: ketika berangkat ke Arofah barang ditinggal di tenda Mina dan harap dibawa barang yang pentingnya saja (uang, dompet dll). Sedangkan barang yang tidak penting tanggal 11 Dzulhijjah akan tidur lagi di tempat yang sama.

9 Dzulhijah - Hari Arofah 14 Oktober 2013

Kami Berangkat dari mina jam 7.45 dan jalan kaki dari tenda menuju ke station kereta (Qithor Masya'ir) sekitar 15 menitan hal itu pun karena antre naik keretanya.

Sepanjang perjalanan kami melihat ratusan mungkin ribuan orang berduyun-duyun menuju Arofah dengan berjalan kaki, bahkan ketika kami melihat ada beberapa "Mbah-mbah pria dan wanita" dari India, sambil membawa bekal mereka menyusuri perbukitan dengan langkah yang pelan tapi pasti. Seolah-olah setiap langkahnya itu terselip di dalamnya "kekuatan tawakal" yang sangat tinggi, saat itulah hati kami bergelanyut perasaan "kasihan" dan juga "rasa syukur kepada Allah" atas segala nikmat yang telah kami dapati dan dimudahkannya kami dalam mendapatkan berbagai keutamaan dalam haji termasuk di dalamnya berupa fasilitas kereta.

Sebagai informasi bahwa sebelum masuk ke stasiun kereta, pihak hamlah membagikan kepada kami gelang tangan yang didalamnya ada barcode tanda resmi sebagai penumpang kereta berlaku selama 7 hari. Di awal gerbang stasiun akan dicek - scanner, apakah tangan kita telah memakai gelang khusus tersebut atau belum.

Sempat terbersit dalam pikiran dari salah satu teman kami, untuk menuju stasiun kereta setiap jama'ah haji wajib dicek dengan scanner yang otomatis mengecek barcode yang ada di tangan kita, dimana hal itu termasuk proses yang "canggih", lalu kalau kita ingin ke Surga bagaimana canggihnya proses menuju kesana, baik dari syarat-syarat dan ketentuan yang berlaku pasti tidak bisa sembarangan. Subhanallah.

Alhamdulillah tiba di tenda Arofah jam 8.20. Tenda kami berada di kawasan area UAE nomor 19 bagi yang laki-laki dan nomer 3 bagi yang wanita. Sebagian dari kami bersiap-siap berangkat ke Masjid Namirah sekitar jam 9.20. Kami berjumlah 12 orang bersama 3 orang dari Mesir dan Maroko berjalan kaki menuju masjid Namirah dengan dibantu GPS (sygic). Jalan menuju Masjid Namirah ruwet crowded, super crowded, lautan manusia. Alhamdulillah dapat masuk ke masjid Namirah kemudian mendengarkan khutbah dari Mufti Saudi. Qaddarallah ternyata ada yg balik dari kami yaitu 7 orang balik ke Kemah di Arofah karena ternyata tidak mendapatkan tempat di Masjid. – khusus daerah kawasan UAE. Ketika selesai Khutbah dan sholat Dzuhur di Namirah, baliknya seperti lautan manusia plus sampah botol plastic air dimana-mana karena banyak perusahaan air minum membagikan air cuma-cuma dan akhirnya dibuang sembarangan. Kami sempat hampir tersesat – Alhamdulillah diberikan kemudahan dengan GPS. Ketika sampai di gerbang kawasan kemah area UAE ternyata jalan masuk diblokade polisi alhasil kami tidak bisa masuk tenda. Kami betul-betul sudah berusaha membujuk tapi polisi tidak mengizinkan masuk bahkan katanya, "Silahkan kamu nunggu diluar mungkin 2 jam lagi baru dibuka pintu blokadenya." Alhamdulillah bisa menemukan jalan pintu masuk yang lainnya setelah muter ngalang dan akhirnya kami bisa masuk lewat pintu belakang dekat dengan tempat sampah, tiba di tenda jam 14.11.

Allahu Akbar..., kami mendapatkan hikmah terbesar yaitu "Barangsiapa Ingin mengamalkan sunnah maka itu pasti banyak halangan dan hambatannya namun yakinlah pasti ada kemudahan dan kemudahan itu begitu dekat bagi orang yang terus berusaha-pantang menyerah, bersabar dan bertawakal hanya kepada Allah."

Alhamdulillah, Kami diberikan kemudahan untuk berdoa – sampai menjelang terbenam matahari.

Selesai wuquf di Arafah, kami menuju ke Muzdalifah dan antre masuk kereta dengan mendahulukan ibu-ibu agar berada di depan barisan sehingga ketika naik kereta langsung bisa dapat tempat duduk. Akhirnya dapat naik kereta dan meninggalkan arofah jam 18.10 menuju station Muzdalifah 2.

Muzdalifah

Alhamdulillah kami tiba di Muzdalifah masuk jam 18.50, setelah sampai kami melakukan Sholat Maghrib dan tidak harus jamak takhir, namun kapan masuk Muzdalifah maka harus segera melakukan sholat Maghrib dan Isya di jamak qashar. Kemudian kami bermalam di Muzdalifah. Alhamdulillah di Muzdalifah, tepatnya kawasan area khusus untuk UAE, telah disediakan bantal, kasur, selimut, dan toiletnyapun banyak sekali adapula yang toilet portable. Jadi tidak perlu bawa slipping bag dan yang lainnya. Di Muzdalifah kami juga berusaha mencari kerikil untuk melempar jumrah pada hari 10 Dzulhijjah. Kami diberi pesan agar ketika hendak tidur malam sebaiknya mengamalkan wasiat Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam kepada Fathimah yaitu tasbih 33x, tahmid 33x, dan takbir 34x agar esok harinya Allah memberikan kemudahan kepada kita melalui perjuangan "Hari Terberat" :

حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامَ الْعَيْشِيُّ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا رَوْحٌ وَهُوَ ابْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ فَاطِمَةَ، أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْأَلُهُ خَادِمًا وَشَكَتِ الْعَمَلَ، فَقَالَ: «مَا أَلْفَيْتِيهِ عِنْدَنَا» قَالَ: «أَلَا أَدُلُّكِ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ خَادِمٍ؟ تُسَبِّحِينَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَحْمَدِينَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتُكَبِّرِينَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ، حِينَ تَأْخُذِينَ مَضْجَعَكِ»،

"Telah menceritakan kepadaku Umayyah bin Bistham Al 'Aisysyi telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Rauh bin Al Qasim dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya Fathimah pernah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminta seorang khadam (pelayan/pembantu) dan mengadukan bahwa dia terlalu capek bekerja. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Engkau tidak akan mendapatkannya dari kami. Maukah engkau (untuk) aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik dari pada seorang pembantu? Bacalah TASBIH tiga puluh tiga kali, dan TAHMID tiga puluh tiga kali, dan TAKBIR tiga puluh empat kali ketika hendak tidur.'"   Hadits Shohih   (HR. Muslim no. 2728 (81)).

10 Dzulhijjah - Yaum Nahr - tanggal 15 Oktober 2013

Dari Muzdalifah jam 7.15 menuju Mina, mulailah kami berangkat namun antre lama karena pintu masuk kereta hanya ada satu gate yang dibuka, dan itupun harus berjuang keras berdesak-desakan dengan orang-orang dari India yang telah menunggu jauh lebih lama dari kami. Ada dari mereka yang marah dengan merangsek pagar-pagar yang telah dibuat oleh polisi keamanan stasiun, tak ayal lagi lebih dari 800 orang menyerbu stasiun kereta dan polisi tak kuasa membendung amarah orang-orang India tersebut untuk segera berangkat ke Mina. Ada dari kami yang berusaha membuat pagar tameng buat ibu-ibu, kami berdiri dan tangan kami saling berpegangan melingkar dan ibu-ibu ditempatkan di dalam lingkaran yang kami buat. Hal itu terpaksa kami lakukan karena "serangan orang-orang India" yang semakin ganas tak peduli siapa didepan mereka yang penting dorong dan hantam kromo merangsak ke depan, bahkan ada beberapa istri teman-teman kami kehimpit dan kesakitan diterjang oleh arus ganas dari rombongan saudara-saudara muslim kita dari negara berjuluk "negara puratha dan capathi." Alhamdulillah kita tidak dijadikan Allah seperti mereka.

Alhamdulillah kami dapat naik kereta jam 9.10. Setelah itu kami tiba di Stasiun mina dan langsung berusaha untuk melakukan lempar jumrah di lantai 4 paling atas. Dari turun kereta sampai jumrah Aqabah jaraknya sekitar 1.8 km. Selesai dari Jumrah Aqabah, kami menuju ke lift untuk turun. Selesai itu, kami berjalan kaki ke Aziziyah tepatnya jam 10.10. Kami berpisah dari rombongan besar dimana teman-teman yang lain pergi menuju jemputan bis langsung menuju hotel untuk istirahat. Rencana kami adalah empat orang dari rombongan akan pergi ke tempat penyembelihan hewan kemudian menyembelih hadyu kemudian menelpon teman-teman yang ada di hotel agar dapat melakukan proses kegiatan haji yang selanjutnya sesuai dengan tertib haji yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam yaitu botak plontos abis dan setelah itu mereka langsung bisa menuju ke Masjidil Haram untuk thawaf Ifadhoh dan Sai.

Setelah kami berempat pisah dari rombongan, sempat kepikiran untuk naik ojek ke Masjid Bin Baz tempat pertemuan dengan Akh Abu Harits, namun ketika ditanya kagetlah kami karena tukang ojek mintanya 200 real (masya Allah aji mumpung banget), akhirnya kami meneruskan berjalan kaki menuju Masjid Bin Baz. Setelah tiba di Masjid Bin Baz, kami menghubungi akh Abu Harits untuk mengantarkan kami ke tempat penyembelihan unta dan kambing. Sekitar jam 11 kami bertemu dengan beliau, dijemput dengan mobilnya beliau – "Camry tahun 1998" masih keren lah ada AC dingin – sesudah nyaman posisinya, tiga teman langsung ngorok tidur pules karena kecapaian. Kita melewati pasar hewan Kakiya hingga akhirnya sampailah di Peternakan Unta, ternyata disana ada penggebrekan besar-besaran oleh polisi Saudi. Bagi orang yang mempunyai peternakan onta dan menyembelih ditempatnya tanpa ada tashrih (izin khusus) untuk menyembelih ditempat maka diberi sangsi berat. Namun itu semua pada akhirnya Cuma UUD ujung-ujungnya duit, padahal kami sudah merasa sepertinya hari itu tidak bisa menyembelih karena ditakutkan bisa kesrempet masalah dengan polisi. Jadi repot kalo ditangkap padahal tidak pegang paspor, semua paspor dipegang oleh hamlah.

Setelah itu kami memutuskan untuk menunda penyembelihan unta, tak disangka setelah 15 menit kemudian kami ditelpon oleh teman yang membantu penyembelihan onta (teman orang Bangladesh) bahwa saat itu sudah bisa menyembelih unta sedangkan kami sudah meninggalkan daerah peternakan lumayan jauh. Akhirnya kami menyerahkan penyembelihan unta kepada teman Bangladesh tersebut dan minta tolong ketika sudah selesai penyembelihan untuk menelpon kita dan agar dibagikan kepada fuqara dan masakin yang berhak menerima dan alhamduillah teman itu menyanggupinya.

Kami melanjutkan perjalanan ke peternakan kambing. Qaddarallahu wa masya'a Fa'ala ketika sudah dekat peternakan di jalan raya Ban belakang kiri pecah saat itu jam 13.25. Akhirnya ban dicopot untuk diganti ban cadangan, qaddarallah juga ban cadangannya gembos alias tidak ada anginnya. Maka terpaksalah akh Abu Harits pergi memompakan ban ke tempat pompa terdekat dan kami berempat menunggu di jalan raya. Kata teman yang Ahli Geodesi (beliau lebih suka disebut tukang batu) – "Eh ayo ambil air zam zam di haram, tuh Menara Clock Towernya dah Nampak juga" padahal itu sangat jauh karena terhalang bukit-bukit (mencoba menghibur diri ditengah padang pasir tandus lagi vuanaas). Sambil menunggu akh Abu Harits, kami menyibukkan diri mengambil kerikil untuk persiapan melempar jumrah di Mina (karena ada teman yang kehilangan kerikil satu botol berisi 140 buah kerikil setelah berdesak-desakan saat di stasiun Muzdalifah).

Alhamdulillah pemompaan ban selesai jam 14.00 lalu kami memasang ban dan setelah itu melanjutkan perjalanan menuju tempat sembelihan kambing. Kami tiba disana jam 14.35, ada banyak kambing yang telah disembelih dan dikuliti oleh para pekerja yang rata-rata berkulit hitam. Setelah menunggu beberapa saat maka dipersilahkan menyembelih, eh ternyata ketika sudah menyembelih satu kambing ditanya sama orang yang baru datang "Itu kambing saya, kamu menyembelih kambing saya, saya sudah pesan 25 kambing", kagetlah kami dan kamipun meminta maaf atas kekhilafan tersebut. Kami menunggu lagi sampai para pekerja yang membantu untuk menguliti kambing yang 25 tadi selesai dari pekerjaannya, namun setelah itu tidak ada seorang pun dari mereka yang mau membantu memegang kambing untuk disembelih (biasanya ketika menyembelih kambing dibutuhkan satu/dua orang untuk memegang kambingnya) karena mereka lapar dan ingin segera makan siang. Dua dari teman kami telah menyerah kecapaian dan menunggu diluar tempat penyembelihan. Sambil melihat jam yang terus bergulir, hal tersebut menjadikan kami nekat, kami beranikan diri untuk meminjam pisau dari salah satu pekerja yang bernama Umar (jazahullah khoiran) lalu Akh Abu Ahmad (jazahullah khoiran) beranjak dari tempat tunggunya untuk membantu penyembelihan kambing, Alhamdulillah kami bisa menyembelih 14 ekor kambing. Setelah selesai proses sembelihan, kami dapati kain ihram yang kami pakai telah berlumur noda darah, dan rasa plong-lega terpancar dari 8 mata yang semula kuyu lemes akhirnya senyum lega terpancar dari 4 "wajah melas" kami. Setelah itu kami menelpon teman-teman di hotel untuk segera melanjutkan kegiatan hajinya yaitu botak plontosin kepala dan thawaf ifadhoh serta sai.

Kami dijemput oleh teman akh Abu Harits untuk pergi ke Masjidil Harom jam 15.30. Karena kondisinya ramai padat, mobil yang kami tumpangi tidak bisa langsung ke dekat Masjidil Haram dan kami diturunkan di daerah belakang Hilton sekitar 1,5 km dari Haram. Kami memutuskan untuk mampir ke barber paling dekat tempat kami diturunkan, dengan membayar barber 20 real /perorang (dibayarin Abu AthoAllah – jazahullah khoiran). Akhirnya kami menelpon Abu Bilal (jazahullah khoiran) agar beliau ketika tiba di Masjidil Haram berkenan untuk membawakan kain ihram bersih untuk Thawaf Ifadhoh sebagai ganti kain ihrom kami yang kotor. Kami memprediksikan bahwa tidak mungkin menyelesaikan thawaf ifadhoh sebelum maghrib, maka kamipun tidak bisa berganti baju biasa, hal ini sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu'alaihi wassalam:

فَإِذَا أَمْسَيْتُمْ قَبْلَ أَنْ تَطُوفُوا هَذَا الْبَيْتَ صِرْتُمْ حُرُمًا كَهَيْئَتِكُمْ قَبْلَ أَنْ تَرْمُوا الْجَمْرَةَ حَتَّى تَطُوفُوا بِهِ

"Apabila engkau telah masuk waktu sore (maghrib) sebelum selesai thawaf ifadhoh di Masjid Haram ini maka keadaanmu menjadi muhrim lagi sebagaimana keadaanmu pada saat sebelum melempar jumrah (dan ini terus berlangsung) sampai engkau selesai thawaf (ifadhoh) di dalam Masjidil Haram."   Hadits Shohih   (HR. Abu Dawud no. 1999, Lihat Shohih Abu Dawud - Al-Umm 6/240 oleh Syaikh Albani).

Qaddarallahu wa masya'a fa'ala, kami memutuskan untuk mandi di masjid dengan berbekal sabun tangan yang ada di tempat wudhu. Setelah selesai mandi, kami dapati dimana-mana dalam Masjidil Harom banyak blokade polisi/petugas keamanan. Mereka mengarahkan agar orang-orang melakukan tawaf ifadhoh dan sai di lantai satu, dua dan roof. Kami akhirnya berpencar, alhmdulillah kami diberikan kemudahan untuk tawaf dan sai di lantai dasar dan dapat melakukan Tawaf tepat pada jam 16.50, kami berusaha untuk mempercepat pelaksanaan tawaf tersebut dengan memakai perseneleng gigi 4. Adzan Maghrib menggema, dan kami memutuskan untuk berhenti dan melakukan sholat Maghrib terlebih dahulu. Tak disangka saking berebutnya orang untuk mendapatkan tempat maka sholat di depan ka'bah pun terjadi dalam keadaan orang-orang berdesak-desakkan. Setelah selesai sholat, kami melanjutkan putaran yang terakhir dan kemudian sholat di belakang Maqam Ibrahim dimana kami mengambil tempat sholat tersebut di dekat pintu Babus Salam di basement. Alhamdulillah terus melakukan Sai tepatnya pada jam 18.25 dan selesai jam 21. 45. Ternyata rombongan teman-teman telah selesai terlebih dahulu. Kami bertemu dengan rombongan di dalam Bis Hamlah, mereka telah menunggu beberapa saat dan kami melihat wajah-wajah yang capekpun bersinar lega karena telah selesai dari perjuangan hari yang betul-betul melelahkan.

Kami mengucapkan jazahumullah khoiran kepada Hamlah Bani Umar yang telah membantu perjuangan kami pada hari itu, tidak banyak hamlah yang mau mendengar jama'ah haji yang mereka bawa, kebanyakan hamlah mewajibkan jama'ahnya untuk mengikuti jadwal yang telah ditetapkan hamlah. Ironisnya jadwal kebanyakan hamlah adalah menyelisihi tertib haji sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam, walaupun didalamnya ada keringanan namun keringanan itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang ada udzur bukan langsung kita memilih mana yang mudah seperti pertama kali melakukan tawaf ifadhoh baru kemudian melempar jumrah. Hal tersebut dibolehkan namun itu menyelesihi tertib urutan tata cara haji Nabi Shallallahu'alahi wassalam.

Perjalanan kami lanjutkan menuju hotel dan tiba disana jam 22.05, kami diberikan waktu 10 menit untuk berganti baju mandi dan membawa baju untuk tanggal 11 dan 12, setelah itu kami berangkat jam 22.30 menuju Mina dan tiba disana jam 23.10. Alhamdulillah masih bisa makan malam di tenda. Akhirnya kami beristirahat, tidur malam untuk persiapan esok harinya.

Alhamdulillah hari yang panjang penuh perjuangan itu benar-benar Allah berikan kemudahan.

11 Dzulhijjah – Hari Tasriq – 16 Oktober 2013

Pagi setelah sholat Shubuh, kami mengadakan kajian ringan dan soal jawab. Kemudian panggilan sarapanpun terdengar "Ifthor, ifthor.", lalu kami beranjak untuk melakukan ifthor dan setelah itu kami istirahat sejenak kemudian sholat Dzuhur berjama'ah di tenda dan sehabis itu kami bersiap-siap menuju Jamaraat untuk melempar jumrah. Kami melempar jam 14.20 jalan kaki dari tenda, berjarak sekitar 4,2 km. Sholat ashar di jalan – ngemper, Alhamdulillah kemi mendapatkan kemudahan untuk melempar di lantai dasar. Subhanallah, setelah Ashar terlihatlah gelombang manusia datang seperti ombak besar…Allahu Akbar. Kami selesai melempar jumrah dan tiba di tenda jam 17.46, setelah itu sholat maghrib berjama'ah di tenda. Sehabis sholat Maghrib kami seperti biasa melakukan kajian ringan sebagai penyemangat dan penyubur hati. Demikian pula setelah sholat Isya, kami makan malam dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti membaca quran, Tanya jawab masalah agama dan ditutup dengan istirahat tidur malam.

12 Dzulhijjah – Hari Tasriq – 17 Oktober 2013

Pada hari terakhir tersebut, kami Alhamdulillah diberikan kemudahan untuk mengikut sunnah yaitu melempar setelah matahari tergelincir atau sesudah dzuhur. Sedangkan banyak hamlah di area kawasan UAE sejak pagi mereka sudah nampak sibuk bersiap untuk melempar pada pagi hari. Kami mulai bergerak jalan kaki dari tenda menuju ke tempat jamarat jam 11.45, semula kami rencanakan untuk naik kereta, namun setelah melihat kerumunan yang dahsyat di stasiun Mina 1, maka kami urungkan niat untuk naik kereta menuju tempat jamarat dan jalan kaki adalah yang terbaik.

Keadaan ketika itu super crowded sepanjang jalan menuju jamarat, karena saking padatnya jama'ah maka kami melempar di lantai 1. Allahu Akbar…sungguh padat, dan banyak dari orang-orang terutama dari Pakistan, India dan orang-orang kulit hitam mereka merangsak masuk dengan paksa – full power. Kami mencoba melempar ditengah padatnya kerumunan tadi.

Di jamrah sughro, ternyata berat sekali, seperti dihajar arus manusia, disikut orang-orang bertubuh "gede" dan kena arus gelombang tsunami, ada tubuh teman yang muter-muter (ga karang karuan), ada sebagian dari kami yang akhirnya mengundurkan diri – mundur ke belakang, percobaan kedua sama juga tidak berhasil dan akhirnya pada kali ketiga ketika sudah mulai agak surut keramaiannya Allah memberi kemudahan untuk melempar jumrah di Jamrah Sughro. Alhamdulillah di jamrah Wushto dan Kubro sudah surut gelombang padatnya.

Akhirnya selesai pelemparan jumroh jam 14.10, ada dari kami yang hilang sandalnya karena kena injak "arus ombak kaki yang dahsyat" dan akhirnya mendapatkan hadiah berupa sandal "gado-gado" (yang kiri abu abu dan yang kanan hitam).

Selesai dari pelemparan jumrah kami langsung berkemas untuk berangkat ke hotel. Tiba di hotel jam 15.23, langsung beristirahat sejenak lalu makan siang serta dilanjutkan dengan sholat Ashar. Setelah sholat maghrib di masjid dekat hotel, kami diberikan waktu oleh hamlah untuk melakukan istirahat ataupun belanja oleh-oleh. Ada teman yang bertemu dengan Akh Abu Harits untuk belanja kitab ada juga yang istirahat sambil berkemas barang-barang.

Jam 2 pagi kami bersiap-siap untuk melakukan Tawaf Wada'. Qaddaralallah jam3.10 baru bisa berangkat karena direncanakan awalnya dari thowaf wada langsung ke Jeddah dan barang sudah siap di bis, ternyata ada beberapa teman yang melahirkan "Bayi berupa Tas" awalnya membawa dari Abu Dhabi dua tas ternyata beranak pinak menjadi 3 tas bahkan ada yang 4 tas karena asyik belanja (menambah koleksi hiasan dunia) akhirnya hal tersebut membuat bis overload dan menjadikan kami terlambat ke Masjidil harom dari waktu yang dijadwalkan semula. Kami sepakat untuk melakukan thowaf wada' di lantai paling atas – roof jam 3.50, dan Alhamdulillah kami selesai tawaf wada sekitar 1 jam 10 menit dan itu bertepatan dengan adzan sholat subuh.

Selesai sholat shubuh langsung menuju ke hotel lagi dan tiba di sana jam 7, Alasan balik ke hotel karena untuk menjemput orang mesir dan irak yang sudah tawaf wada' duluan dan mereka tidak ikut tawaf wada' bersama kami. Jam 8, kami berangkat ke jeddah 10.30 dan kami menunggu beberapa waktu di bandara Jeddah sambil sholat Dhuhur dan Ashar di sana. Pesawat dari Jeddah mulai berangkat pada jam 14.30 molor 1 jam dari waktu yang dijadwalkan sebelumnya. Jam 18.53, kami tiba di bandara Dubai, kemudian mengambil barang-barang tas dan air zam-zam. Kami mendapatkan catatan penting ketika di bandara Dubai yaitu Air zamzam harus diberi tanda agar mudah dikenali bukan hanya dinamai saja, karena hampir semua air zam-zam dikemas dalam kardus yang sama dan itu menjadi masalah di Bandara Dubai karena sebagian orang berebutan untuk mendapatkan air tersebut. Alhamdulillah setelah itu kami pulang masing-masing dengan taksi ada yang sampai di Abu Dhabi jam 21.30 sedangkan teman-teman Ruwais ada yang tiba disana jam 1.30 pagi.

NOTE: Air zamzam harus diberi tanda agar mudah dikenali, bukan hanya dinamai saja, karena dibandara pasti bermasalah – karena banyaknya orang yang berebut untuk segera mendapatkan air zam-zam dimana kotak dan bentuknya sama semua.

Alhamdulillah aladzi bini'matihi tatimmus sholihaat. selesai penukilan kisah yang menggetarkan hati.

Saudaraku yang semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepadamu…:

Pertanyaan bagiku dan bagimu, semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk menjawabnya:

  • 1. Nikmat apalagi yang engkau (termasuk penulis dan antum pembaca sekalian) butuhkan agar dapat merubah dirimu menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan selalu berusaha memaksimalkan ibadah kepada Dzat yang Maha Pemberi Rezki ?
  • 2. Alasan apalagi yang engkau pakai untuk menolak ajakan sholat wajib berjama'ah di masjid…ketika adzan berkumandang…"Hayya'ala sholah Hayya'alal falah" apakah hatimu terketuk untuk melangkahkan kaki menuju ke tempat wudhu dan segera ke masjid atau masihkah engkau dalam keadaanmu sebelum haji (bersantai-santai menunggu sampai detik-detik terakhir waktu sholat) ??
  • 3. Alasan apalagi yang engkau pakai untuk menjawab ajakan dan panggilan dari al-Quran, seandainya al-Quran bisa bertanya…dan dia akan bertanya kepada kita "Kapan engkau akan membacaku ?" "Apakah engkau akan membacaku setiap hari atau hanya pada bulan Ramadhan saja ?"
  • 4. Alasan apalagi yang engkau pakai untuk menjawab ajakan dan panggilan "Ayo mari kita belajar agama lebih ilmiyah dengan dasar dalil-dalil yang shohih dari al-Quran dan as-Sunnah bukan hanya sekedar 'katanya' atau 'menurut kyai, ustadz, syaikh'"?? apakah engkau masih berani untuk menjawab dengan alasan "Afwan, masih sibuk ga ada waktu ?" "Wah, afwan pekerjaan saya menumpuk?" …apalagi yang engkau tunggu agar hatimu terketuk untuk belajar agama ?
  • 5. Bagaimana menjawab pertanyaan asasi…"Untuk apa waktumu digunakan setelah haji?" Apakah engkau masih sama dengan dulu ketika engkau "gemar" menyia-nyiakan waktu dengan segala sesuatu yang percuma? Apakah engkau setiap hari telah membaca doa pagi dan sore? Sayyidul istighfar ? memperbanyak istighfar tiap harinya? Apakah engkau masih setia dengan gelar "Sufi"mu ? Suka Tifi/Suka Film….?

Mari Sudaraku …kita bersama-sama membuka lembaran baru…lembaran penuh barokah, lembaran yang penuh dengan semangat saling mengingatkan kebaikan satu sama lain untuk mengerjakan, lembaran yang penuh semangat untuk menjadi hamba-Nya yang senantiasa berusaha beribadah dengan benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu'alahi wassalam dan para shahabatnya radhiallahu'anhum.

Demikian yang semoga bermanfaat sebagai pengingat dan motivasi bagi penulis dan pembaca sekalian".

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Wallaahu a'lam bishshawwaab.

Ar-Rahba Abu Dhabi, pagi yang cerah, Ahad, 29 Dzulhijjah 1434 H/3 November 2013.


Abu Kayyisa,

Yang mendamba Ampunan dari Rabb Sang Pencipta Jagad Raya.

 

 

ARSIP ARTIKELs

Download Kajian: Agar sholat menjadi khusyuk dan Apa itu sholat Wustho

 

Download Murajaah Kajian Tafsir Ibnu Katsir Al-Baqarah 238-239, Agar sholat menjadi khusyuk dan Apa itu sholat Wustho

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, berikut ini adalah link untuk mendownload Kajian Tafsir Ibnu Katsir - ayat 238-239 berkaitan dengan Menjaga Sholat Khusyuk dan tarjih makna sholat wustho. Berdurasi 31:42 menit, besar file 43.5 mb.

Panduan Haji dan Umroh 2013

 

Download Panduan Haji dan Umroh 2013

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, berikut ini adalah links untuk mendownload Panduan Haji 2013

Bersyukurlah dan jangan meminta-minta PART 2

 

Bersyukurlah dan jangan meminta-minta, sebuah motivasi dalam menambah syukur menggapai berkah yang halal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, bersyukurlah adalah kata yang mudah kita ucapkan apalagi ketika kita mengungkapkan suatu larangan kepada orang lain seperti jangan meminta-minta, itupun termasuk perkara yang mudah untuk diucapkan namun hakikatnya perlu kita tanamkan dalam diri kita dengan pemahaman yang didasari dalil dari al-Quran dan as-Sunnah.

– tulisan kali ini adalah mengenai motivasi dalam menambah syukur menggapai berkah yang halal, dan juga pembahasan tentang siapakah orang miskin, serta haramnya meminta-minta.

Pada tulisan sebelumnya   PART -1  telah dibahas tentang Doa ketika melihat musibah yang menimpa orang lain dan juga siapa yang termasuk golongan orang miskin?

Pada PART 2 ini akan dibahas kelanjutannya akan dibahas Haramnya Minta-minta dan Standar Orang disebut Kaya dan tidak boleh meminta-minta, dan insya Allah akan ada PART 3.

Bersyukurlah dan jangan meminta-minta PART 1

 

Bersyukurlah dan jangan meminta-minta, sebuah motivasi dalam menambah syukur menggapai berkah yang halal.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه وبعد

Barakallahu fikum, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kepada antum sekalian, bersyukurlah adalah kata yang mudah kita ucapkan apalagi ketika kita mengungkapkan suatu larangan kepada orang lain seperti jangan meminta-minta, itupun termasuk perkara yang mudah untuk diucapkan namun hakikatnya perlu kita tanamkan dalam diri kita dengan pemahaman yang didasari dalil dari al-Quran dan as-Sunnah.

– tulisan kali ini adalah mengenai motivasi dalam menambah syukur menggapai berkah yang halal, dan juga pembahasan tentang siapakah orang miskin, serta haramnya meminta-minta.

More Articles...

Page 6 of 16

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>