Doa Berlindung dari Kesyirikan

User Rating: / 0
PoorBest 

Doa Berlindung dari Syirik

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي سُلَيْمَانَ الْعرْزَمِيَّ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ رَجُلٍ مِنْ بَنِي كَاهِلٍ قَالَ: خَطَبَنَا أَبُو مُوسَى الْأَشْعَرِيُّ فَقَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ؛ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ. فَقَامَ إِلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَزْنٍ، وَقَيْسُ بْنُ المُضَارِبِ فَقَالَا: وَاللَّهِ لَتَخْرُجَنَّ مِمَّا قُلْتَ أَوْ لَنَأْتِيَنَّ عُمَرَ مَأْذُونٌ لَنَا أَوْ غَيْرُ مَأْذُونٍ. قَالَ: بَلْ أَخْرُجُ مِمَّا قُلْتُ، خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: «أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ؛ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ» . فَقَالَ لَهُ: مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ، وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: قُولُوا: «اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ»

 

"(Imam Ahmad berkata:) "Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Numair, (Dia - Abdullah bin Numair berkata:), 'Telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik yaitu Ibnu Abi Sulaiman Al-Arzami, Dari Abu Ali, seorang yang berasal dari Bani Kahil, berkata: "Abu Musa Al-Asy'ari berkhutbah di hadapan kami seraya berkata: 'Wahai sekalian manusia, takutlah kalian kepada syirik ini, karena ia lebih halus dari¬pada rayapan semut." Kemudian Abdullah bin Hazn dan Qais bin Al-Mudlarib mendatangi Abu Musa seraya berkata: "Demi Allah, engkau harus menguraikan apa yang engkau katakan atau kami akan mendatangi Umar, baik kami diizinkan atau tidak." Lalu Abu Musa berkata: "Kalau begitu aku akan menguraikan apa yang aku katakan. Pada suatu hari Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam pernah berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda: 'Wahai sekalian manusia, takutlah pada syirik ini, karena ia lebih halus daripada rayapan semut.' Kemudian orang yang dikehendaki Allah bertanya kepada beliau: 'Bagaimana kami bisa menghindarinya, sedangkan ia lebih halus dari rayapan semut, ya Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Ucapkanlah: "

«اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ»

"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada-Mu dari apa yang kami tidak ketahui." (HSR. Ahmad IV/403 no 19606 dan at-Thabrani dalam al-Mu'jamul Ausath no. 3503, isnad dan perawi-perawinya tsiqah (terpercaya) selain Abi Ali karena sesungguhnya ia tidak dianggap tsiqah kecuali oleh Ibnu Hibban. Al-Haitsami memberikan penilaianya dalam kitabnya "Majmauz Zawaid wa Manbaul Fawaid" 10/223, beliau berkata: "Diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Thobroni dalam Mu'jamul Kabir dan Mu'jamul Ausath, rijalnya Ahmad adalah rijal yang shohih kecuali Abu Ali yang telah diberikan penilaian "terpercaya" oleh Ibnu Hibban. Syaikh Albani berkata: "Aku tidak mendapati seorang pun yang mencela Abu Ali"

Hadits ini hasan, lihat Shahih Targhib wat Tarhib, no. 36.

 

Kita berlindung kepada Allah dari berbagai kesyirikan.